JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Peluang pelaku ekonomi kreatif di desa untuk naik kelas semakin terbuka. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Kabekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong kolaborasi dengan industri properti agar karya perempuan desa bisa menembus pasar yang lebih luas.
Riefky menilai jejaring industri properti dan perbankan dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku ekonomi kreatif daerah, termasuk perempuan yang tergabung dalam Srikandi Jaga Desa. Produk dan karya mereka tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas, tetapi juga berpeluang masuk ke berbagai proyek dan kawasan properti.
“Ini bisa menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan talenta ekonomi kreatif, khususnya arsitektur, desain, dan kriya, dengan kebutuhan industri. Karya-karya mereka tidak hanya bisa dipublikasikan, tetapi juga kita dorong untuk masuk ke proyek dan pasar yang lebih luas,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (8/9).
Menurutnya, subsektor arsitektur, desain, dan kriya memiliki potensi besar untuk bersinergi dengan industri properti. Produk kreatif dari desa bahkan dapat menjadi elemen yang memberi nilai tambah sekaligus identitas bagi sebuah bangunan maupun kawasan.
Namun, Riefky menekankan potensi tersebut perlu ditopang pendampingan yang konkret. Mulai dari publikasi dan pengembangan produk, peningkatan kualitas kemasan, sertifikasi halal, hingga pemanfaatan ekosistem digital.
“Pelaku ekraf perlu memahami bagaimana aset intelektual yang mereka miliki dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Riefky juga mendorong dibentuknya forum yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan sektor perbankan. Forum tersebut dinilai penting agar pembahasan mengenai kekayaan intelektual dan pembiayaan tidak berhenti pada wacana, tetapi berujung pada akses nyata bagi pelaku ekonomi kreatif.
CEO Journalist Media Network (JMN) sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Property&Bank Indra Utama melihat peluang besar dari kolaborasi tersebut.
“Kami melihat ada ruang yang sangat besar untuk mempertemukan ekonomi kreatif dengan industri properti. Arsitektur, desain interior, desain produk, dan kriya bukan hanya menjadi bagian dari sebuah bangunan atau kawasan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan identitas bagi proyek-proyek properti,” ujarnya.
Sebelumnya, Riefky menerima penghargaan “The National Person Supports the Enhancement of the Creative Economy” pada 20th Annual Indonesia Property&Bank Award (IPBA) 2026. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas komitmen dan kontribusinya dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
Kolaborasi antara ekonomi kreatif, komunitas perempuan desa, industri properti, dan perbankan diharapkan membuka akses pasar baru bagi talenta-talenta daerah. Dengan begitu, karya kreatif dari desa tidak hanya bertahan sebagai produk lokal, tetapi memiliki peluang berkembang menjadi bagian dari rantai nilai industri yang lebih besar. (**)



































