Beranda Headline 380 Ribu Ton Beras Turun Mutu Diolah Jadi Tepung

380 Ribu Ton Beras Turun Mutu Diolah Jadi Tepung

37
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Pemerintah menyiapkan langkah tak biasa untuk mengatasi melimpahnya stok beras sekaligus menekan harga tepung. Sekitar 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu akan dialihkan untuk diolah menjadi tepung.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, kebijakan tersebut telah disepakati dalam rapat koordinasi pemerintah. Beras dengan mutu menurun nantinya dilelang kepada industri pengolahan tepung sehingga tetap memiliki nilai ekonomi.

“Itu (stok beras) yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung, itu untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun,” kata Zulhas di Jakarta, Selasa.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini masih berada pada level tinggi, yakni lebih dari 5 juta ton.

Menurut Zulhas, tingginya stok beras di Perum Bulog membuat sebagian beras mengalami penurunan mutu. Daripada tidak termanfaatkan dan semakin kehilangan nilai ekonomi, pemerintah memilih mengalihkannya sebagai bahan baku industri tepung.

Pemerintah memperkirakan sekitar 380 ribu ton beras tersebut dapat dilelang dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram. Nilai itu hanya sekitar Rp1.000 lebih rendah dibandingkan harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat sebesar Rp12.500 per kilogram.

“Tentu ada (beras) yang kurang mutu. Nah, yang kurang mutu itu kira-kira 380 ribu ton. Ini boleh dilelang minimal harganya Rp11.000 per kg. Dilelang untuk dijadikan tepung,” ujar Zulhas.

Beras hasil lelang selanjutnya akan diproses industri menjadi tepung. Pemerintah berharap langkah tersebut tidak hanya menjaga nilai ekonomi stok beras yang mutunya menurun, tetapi juga menambah pasokan bahan baku tepung di tengah meningkatnya kebutuhan pasar.

Tambahan pasokan itu diharapkan dapat membantu menekan harga tepung dan menjaga ketersediaannya bagi industri makanan, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat.

Hilirisasi beras ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, selain memperkuat pasokan jagung dan menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat.

Zulhas optimistis pemanfaatan stok beras, penguatan hilirisasi, serta pengendalian pasokan dapat membantu menjaga kestabilan harga berbagai komoditas pangan, termasuk beras, jagung, dan tepung. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini