OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Musibah tragis menimpa pasangan suami istri asal Dusun 2 RT 005 RW 003, Desa Berkat, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Saat sedang menggarap sawah, sang suami, Iskandar (56), meninggal dunia setelah tersambar petir, sementara istrinya, Ladiarti, berhasil selamat, Rabu (10/6/2026).
Kepala Desa Berkat, Juanda mengatakan, pasangan tersebut sejak pagi bekerja di lahan pertanian milik mereka. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, cuaca tiba-tiba berubah drastis. Hujan deras disertai angin kencang dan petir mengguyur kawasan persawahan.
“Karena berada di tengah sawah yang terbuka dan tidak ada tempat untuk berteduh, mereka tetap berada di lokasi sambil menunggu hujan reda,” ujar Juanda.
Di tengah kondisi tersebut, petir tiba-tiba menyambar dan mengenai bagian leher Iskandar. Sambaran itu mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Ladiarti selamat meski mengalami syok akibat peristiwa yang terjadi begitu cepat.
Warga yang menerima kabar tersebut segera mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah Iskandar ke rumah duka untuk disemayamkan.
Juanda mengaku seluruh masyarakat Desa Berkat merasa sangat kehilangan. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, dan aktif membantu warga sekitar.
“Kejadiannya sangat mendadak. Kami semua merasa kehilangan karena almarhum merupakan sosok yang baik dan selalu peduli terhadap tetangganya,” katanya.
Sementara itu, Camat SP Padang Indra Husin S.Sos M.Si, mendatangi rumah duka setelah menerima laporan kejadian. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga sekaligus mengimbau masyarakat, khususnya para petani, agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Menurutnya, aktivitas di lahan terbuka seperti sawah memiliki risiko tinggi saat terjadi hujan disertai petir. Karena itu, masyarakat diminta segera mencari tempat yang aman ketika cuaca mulai memburuk.
“Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Jika hujan dan petir mulai datang, segera tinggalkan area terbuka dan cari tempat yang aman. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pesannya.
Hingga kini, jenazah Iskandar disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan sesuai adat serta keyakinan keluarga. (Hendri)
































