Beranda Ogan Kemering Ilir Polres OKI dan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Gelar Edukasi serta Sosialisasi Karhutla...

Polres OKI dan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Gelar Edukasi serta Sosialisasi Karhutla di SP Padang

34
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Upaya pencegahan dan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digencarkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Polres OKI bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Intelijen Keamanan (STIK) Lemdiklat Polri menyelenggarakan kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan Karhutla di Aula Kantor Camat Sirah Pulau Padang (SP Padang).

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintahan kecamatan, jajaran kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga kelompok masyarakat peduli api setempat.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat SP Padang, Indra Husin, S.Sos., M.Si. beserta jajaran perangkat kecamatan, Kapolsek SP Padang, Iptu Darlansyah, S.H. beserta jajaran, Kepala Puskesmas SP Padang, Dadang Hanura, S.Kep, seluruh Kepala Desa dan perangkat desa se-Kecamatan SP Padang, tokoh masyarakat, serta kelompok masyarakat peduli api di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Camat SP Padang Indra Husin menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang memilih Kecamatan SP Padang sebagai lokasi sosialisasi.

“Selamat datang kami ucapkan kepada jajaran Polres OKI di Kecamatan SP Padang. Perlu kami sampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat peduli api yang ada di Kecamatan SP Padang ini,” ujar Indra. Sabtu (29/08/2026).

Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa meskipun secara umum potensi titik api di wilayahnya tergolong rendah, hal itu sama sekali tidak menurunkan tingkat kewaspadaan pemerintah kecamatan dan desa. Justru, sinergi lintas sektoral dalam upaya pencegahan Karhutla terus dilakukan secara rutin.

“Di Kecamatan SP Padang, walaupun potensi titik apinya rendah, hal tersebut tidak mengurangi kewaspadaan terhadap potensi bahaya Karhutla. Bahkan kami rutin secara bersama-sama melaksanakan kegiatan patroli di berbagai desa dalam wilayah Kecamatan SP Padang ini,” jelas Indra.

Ia juga menyoroti penyebab umum kebakaran yang kerap terjadi di wilayahnya, yang sebagian besar justru bukan akibat kesengajaan, namun tetap berbahaya dan sulit dijangkau.

“Sebagian besar jika terjadinya Karhutla di Kecamatan SP Padang ini terkadang bukanlah aktivitas yang disengaja. Seringkali terjadi karena puntung rokok yang dibuang sembarangan. Dan itu pun medan yang dilalui sangat sulit, membutuhkan tenaga ekstra untuk menuju lokasi, dikarenakan sebagian Karhutla terjadi jauh dari pemukiman, khususnya di lahan kosong yang terletak tidak jauh dari jalan tol,” terang Indra.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres OKI, AKP Amri Saprin, S.H., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan SP Padang atas fasilitasi kegiatan tersebut, dan mengapresiasi antusiasme peserta yang sangat tinggi meskipun kegiatan bersifat mendadak.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang mengikuti kegiatan edukasi dan sosialisasi Karhutla ini, terkhusus bagi Pemerintah Kecamatan SP Padang. Walaupun sebenarnya kegiatan ini bersifat mendadak, antusiasme tamu undangan mengikuti kegiatan ini sangatlah luar biasa,” ucap AKP Amri.

AKP Amri juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program luas yang diselenggarakan di seluruh Provinsi Sumatera Selatan, melibatkan 40 mahasiswa STIK Polri yang tersebar di 10 kabupaten. Khusus di Kabupaten OKI, kegiatan ini hanya dilaksanakan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Kayuagung dan Kecamatan SP Padang.

“Kegiatan edukasi dan sosialisasi Karhutla ini di Kabupaten OKI hanya dilaksanakan di dua kecamatan saja, yaitu Kecamatan Kayuagung dan Kecamatan SP Padang. Terkhusus SP Padang, selain jarak tempuh yang dekat, menurut kami di Kecamatan ini aktivitas dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan Karhutla juga sangat tinggi,” ungkap AKP Amri.

Ia juga menegaskan bahwa program ini bukan hanya inisiatif Polri, melainkan merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan pencegahan Karhutla sebagai prioritas nasional.

“Karhutla ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab satu instansi semata. Makanya diperlukan peran dan andil dari semua pihak, khususnya peran aktif dari seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan SP Padang ini,” imbau AKP Amri.

Pada sesi penyampaian materi edukasi, Iptu Rizky Adi W, S.Tr.K. salah satu mahasiswa STIK Lemdiklat Polri menegaskan bahwa Karhutla bukan sekadar kebakaran hutan dan lahan biasa, melainkan memiliki efek domino yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat.

“Karhutla sangat berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Bukan hanya sekadar kebakaran lahan semata, tetapi juga akan berefek pada kesehatan, ekosistem, rantai pangan, serta berdampak pada ekonomi masyarakat. Masih banyak lagi dampak luas dari terjadinya Karhutla ini,” tegas Iptu Rizky.

Ia juga mengingatkan bahwa Karhutla menjadi agenda tahunan yang harus dihadapi seluruh elemen masyarakat, terutama dengan cuaca ekstrem dan kekeringan yang membuat berbagai wilayah rawan kebakaran. Pencegahan, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan terkecil.

“Karhutla ini merupakan agenda tahunan yang harus kita hadapi. Cuaca ekstrem dan kekeringan di berbagai wilayah membuat setiap daerah rawan terjadi Karhutla. Ini bukan sekadar teori semata, tetapi lebih kepada tanggung jawab kita bersama. Karena pada dasarnya, pencegahan Karhutla adalah amanah bagi kita untuk mencegahnya,” tutup Iptu Rizky.

Rangkaian kegiatan resmi berjalan dengan tertib dan lancar. Setelah sesi sambutan dan penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan penyerahan berbagai sarana pendukung komunikasi dan pencegahan Karhutla kepada perwakilan pemerintah kecamatan dan desa.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan doa bersama. Kegiatan edukasi dan sosialisasi Karhutla ini pun berakhir dalam suasana yang penuh semangat kebersamaan, sukses, dan tertib. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini