OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Puskesmas Sirah Pulau Padang (SP Padang), Kabupaten Ogan Komering Ilir, melaksanakan kegiatan pembagian seribu masker secara gratis kepada masyarakat di seluruh wilayah kerjanya. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan, di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat tingginya paparan debu dan kabut asap yang melanda wilayah tersebut belakangan ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pencegahan dan pengendalian dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan, sekaligus wujud nyata komitmen Puskesmas SP Padang dalam menjamin kesehatan warga di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung.
Pembagian masker dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas SP Padang, Dadang Hanura, S.Kep, didampingi jajaran staf dan tenaga kesehatan Puskesmas. Kegiatan ini juga melibatkan sinergi lintas sektor, di antaranya pihak Polsek SP Padang, Koramil 402/03 SP Padang, serta jajaran pemerintah Kecamatan SP Padang, sehingga pelaksanaan berjalan tertib, aman, dan menjangkau masyarakat secara luas.
Sebelum turun ke lapangan, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan bagian farmasi untuk memastikan ketersediaan dan kelayakan masker yang akan disalurkan kepada masyarakat. Setelah kesiapan terpenuhi, petugas langsung mendatangi sejumlah titik keramaian dan pemukiman warga, terutama di kawasan jalan raya dan Simpang Empat Desa Serdang Menang, Kecamatan SP Padang.
Masker dibagikan secara langsung kepada pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, pedagang pasar, serta warga yang ditemui di sepanjang jalan dan kawasan pemukiman. Selain membagikan masker, petugas juga memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat, menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan saluran pernapasan serta langkah-langkah pencegahan penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan pernapasan lainnya yang rentan muncul saat kualitas udara menurun.
Warga juga diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan dan memakai masker yang benar, agar perlindungan terhadap saluran pernapasan dapat berjalan secara optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan.
Kepala Puskesmas SP Padang, Dadang Hanura, S.Kep, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
“Melalui pembagian masker ini, kami mengajak masyarakat untuk membiasakan diri menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara berdebu atau terdapat kabut asap,” tegas Dadang, Sabtu (29/08/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana namun sangat efektif yang dapat dilakukan setiap orang untuk mengurangi paparan udara kotor, debu, polusi, serta berbagai sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
“Kita berharap kebiasaan menggunakan masker tidak hanya dilakukan saat kondisi udara kurang baik, tetapi dapat menjadi bagian dari perilaku hidup sehat masyarakat sehari-hari,” harapnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung sepanjang hari tersebut, total seribu lembar masker berhasil disalurkan secara gratis kepada masyarakat. Selain bantuan masker, pesan-pesan edukasi mengenai pentingnya perlindungan kesehatan pernapasan dan tata cara pemakaian masker yang tepat juga tersampaikan secara langsung kepada warga.
Dadang Hanura kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi kabut asap yang sedang terjadi, karena dampaknya dapat mengganggu kesehatan secara luas, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
“Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Kabut asap ini bukanlah hal yang bisa dianggap sepele, karena banyak hal buruk yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, mari kita laksanakan protokol kesehatan selama kabut asap ini berlangsung dan selalu jaga kesehatan bersama,” tutupnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat, yang merasa terbantu dengan adanya pembagian masker sekaligus penyuluhan kesehatan yang bermanfaat di tengah kondisi lingkungan yang sedang tidak bersahabat. (Hendri)



































