OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan sekadar tugas pemerintah atau aparat keamanan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Pemikiran ini ditekankan secara tegas oleh Kapolsek Sirah Pulau Padang (SP Padang), Iptu Darlansyah, S.H., dalam berbagai kesempatan sosialisasi dan koordinasi penanganan Karhutla yang terus digelar di wilayahnya.
Di tengah musim kemarau yang panjang dan kering, potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan SP Padang yang bisa saja tiap saat terjadi. Asap tebal yang mulai menyelimuti beberapa wilayah bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, melainkan juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, kerusakan lingkungan, hingga kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
Menyadari hal tersebut, Kapolsek SP Padang, Iptu Darlansyah, S.H., terus mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla.
“Karhutla tidak bisa diselesaikan sendirian. Polisi, pemerintah kecamatan, desa, TNI, dinas terkait, dan masyarakat harus bergerak bersama. Sinergi tanpa batas inilah yang menjadi kunci utama dalam menjaga wilayah kita tetap aman dari ancaman kebakaran lahan,” tegas Iptu Darlansyah.
Upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Kecamatan SP Padang terus dilakukan melalui sinergi yang solid antarunsur terkait.
Polsek SP Padang bekerja sama secara erat dengan Pemerintah Kecamatan melalui Camat Indra Husin, S.Sos., M.Si, Koramil 402/03 SP Padang, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas SP Padang dan Puskesmas Awal Terusan, serta seluruh Kepala Desa dan perangkat desa se-Kecamatan SP Padang.
Bentuk nyata sinergi tersebut meliputi:
– Patroli gabungan secara rutin ke titik-titik rawan kebakaran;
– Sosialisasi langsung kepada warga mengenai bahaya membakar lahan dan dampaknya;
– Pembentukan jaringan pelaporan cepat agar setiap tanda kebakaran dapat segera ditangani;
– Pembekalan dan kesiapan alat pemadam di setiap desa;
– Peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak sengaja membakar lahan untuk membuka lahan baru.
Kapolsek SP Padang juga mengingatkan bahwa masyarakat adalah pihak yang paling mengetahui kondisi di lapangan, sehingga peran mereka sangat krusial.
“Jangan pernah berpikir bahwa membakar lahan adalah urusan pribadi. Asap yang dihasilkan akan terhirup oleh tetangga, anak-anak kita, orang tua kita. Kerusakan lahan juga merugikan lingkungan bersama. Oleh karena itu, mari kita hentikan kebiasaan membakar lahan dan cari cara yang lebih aman dan ramah lingkungan,” imbau Iptu Darlansyah.
Ia juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran atau ada warga yang sengaja membakar lahan, agar dapat segera ditindaklanjuti sebelum api meluas dan menjadi bencana besar.
Di akhir pernyataannya, Iptu Darlansyah, S.H., menegaskan bahwa komitmen untuk menjaga wilayah dari Karhutla akan terus dijaga bersama-sama.
“Sinergi tanpa batas berarti tidak ada batasan peran, tidak ada batasan tanggung jawab. Semua bergerak, semua peduli, semua bertindak. Demi kesehatan keluarga kita, demi lingkungan kita, dan demi masa depan Kabupaten OKI, mari kita jaga bersama.” tegas Iptu Darlansyah.
Semangat sinergi tanpa batas ini diharapkan dapat terus terjaga hingga musim kemarau berakhir, sehingga masyarakat Kecamatan SP Padang dapat beraktivitas dengan aman, sehat, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Hendri)



































