OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Pemerintah Kecamatan Sirah Pulau Padang (SP Padang) secara resmi membuka Posko Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu peningkatan kasus kebakaran. Pembukaan posko dilaksanakan secara terpusat di halaman Kantor Camat SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada hari Kamis, 6 Agustus 2026.
Pembentukan Posko Siaga Bencana Karhutla ini melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur terkait, guna memastikan respons yang cepat, terpadu, dan menyeluruh. Di antaranya adalah unsur TNI melalui Koramil 402/03 SP Padang, unsur Polri melalui Polsek SP Padang, Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Puskesmas SP Padang dan Puskesmas Awal Terusan, jajaran Pemerintah Kecamatan serta Pemerintah Desa se-wilayah SP Padang, hingga melibatkan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah siap turun ke lapangan.
Seluruh personel yang tergabung telah menempatkan diri dalam status siap siaga, dan bersigap untuk bertindak cepat merespons setiap potensi maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kecamatan SP Padang.
Camat SP Padang, Indra Husin, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan dan pembukaan posko siaga ini merupakan langkah nyata sekaligus strategis yang diambil pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap muncul dan meningkat frekuensinya saat memasuki musim kemarau seperti saat ini.
“Dengan dibentuknya Posko Siaga Bencana Karhutla ini, kita semua berharap dapat meminimalisir kerugian akibat kebakaran dan menciptakan rasa aman serta tenang di tengah masyarakat,” ujar Camat Indra di hadapan para unsur terkait dan warga yang hadir.
Lebih lanjut, Camat Indra menekankan pentingnya menjaga kesiapsiagaan yang tinggi serta mempererat tali koordinasi antarunsur yang bertugas di lapangan. Beliau pun menginstruksikan kepada seluruh anggota posko agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan masing-masing, terus menjalin komunikasi yang lancar dengan koordinator di setiap wilayah lapangan, serta rutin menyusun dan menyampaikan laporan harian terkait perkembangan situasi maupun penanganan setiap kejadian Karhutla yang terjadi.
“Posko ini bukan sekadar seremonial atau formalitas belaka, melainkan wujud keseriusan nyata pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan jiwa dan harta benda warga, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi sumber kehidupan kita bersama,” tegas Camat Indra dengan penuh penekanan.
Posko Siaga Karhutla yang telah dibuka ini akan berfungsi sebagai pusat kendali utama dan titik komando cepat untuk seluruh rangkaian respons terhadap potensi maupun kejadian Karhutla yang muncul di wilayah Kecamatan SP Padang.
Segala alur informasi, koordinasi tindakan penanggulangan, hingga penyaluran bantuan logistik dan pengerahan tenaga penanganan akan difokuskan melalui posko ini, sehingga penanganan dapat berjalan lebih terarah, efisien, cepat, dan terorganisir dengan baik.
Sementara itu, di tempat dan kesempatan yang sama, Kapolsek SP Padang, Iptu Darlansyah, S.H., juga menyampaikan imbauan yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat agar turut berperan aktif dan menjadi mata serta telinga dalam upaya pencegahan Karhutla.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat aktivitas yang mencurigakan atau perbuatan yang berpotensi memicu timbulnya kebakaran hutan maupun lahan di lingkungannya.
“Karhutla bukanlah urusan pemerintah semata, melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama. Warga harus ikut menjadi bagian dari solusi, bukan penonton yang berdiam diri saat bahaya datang,” pungkas Iptu Darlansyah.
Dengan adanya sinergi lintas sektor yang kokoh serta dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, Pemerintah Kecamatan SP Padang optimis dapat menghadapi musim kemarau ini dengan tingkat kesiapsiagaan yang maksimal, sehingga dampak buruk yang ditimbulkan oleh Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin, baik bagi kelestarian lingkungan maupun bagi kehidupan dan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat pada umumnya. (Hendri)



































