OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Kebutuhan ambulans desa menjadi aspirasi paling mendesak yang disampaikan masyarakat Desa Pematang Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur, dalam kegiatan Reses Masa Sidang VI DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang digelar Anggota DPRD Sumsel Daerah Pemilihan (Dapil) III, Aziz Ari Saputra, SH, Selasa (7/7/2026).
Selain layanan kesehatan darurat, warga juga meminta perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, fasilitas olahraga, hingga penerangan jalan umum yang dinilai masih belum memadai.
Kegiatan reses yang dihadiri Sekretaris Desa Pematang Jaya, Tanjaya, mewakili Kepala Desa Sumantri, bersama tokoh masyarakat dan pemuda setempat itu menjadi wadah bagi warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi.
Warga bernama Wawan mengungkapkan bahwa ketiadaan ambulans desa menjadi persoalan serius. Menurutnya, lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang cukup jauh dari permukiman, ditambah tradisi pemakaman yang harus dilaksanakan pada hari yang sama, membuat masyarakat kerap kesulitan ketika ada warga meninggal dunia.
“Selama ini kami harus meminjam ambulans dari desa tetangga. Kalau tidak ada bantuan pemerintah, kami berharap ada solusi agar desa memiliki ambulans sendiri,” ungkap Wawan.
Tak hanya untuk mengantar jenazah, menurut warga, keberadaan ambulans juga sangat dibutuhkan untuk membawa pasien yang membutuhkan penanganan medis darurat menuju fasilitas kesehatan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Aziz Ari Saputra menilai kebutuhan ambulans merupakan pelayanan dasar yang harus menjadi perhatian pemerintah.
“Ambulans bukan hanya untuk mengangkut jenazah, tetapi juga untuk membantu warga yang membutuhkan penanganan medis darurat. Aspirasi ini akan saya koordinasikan dengan instansi terkait di tingkat provinsi karena ini merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat,” tegas Aziz.
Di sektor infrastruktur, warga juga menyoroti perkembangan pembangunan ruas jalan sepanjang kurang lebih 8,8 kilometer yang menurut informasi pemerintah desa telah memasuki tahapan titik nol, sebagai penanda dimulainya pekerjaan.
Aziz berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat pada tahun 2026.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Pematang Jaya, Luki, meminta dukungan pengadaan sarana olahraga. Ia menyebut para pemuda desa memiliki prestasi di cabang bola voli, namun keterbatasan peralatan seperti jaring dan bola standar menghambat pembinaan atlet.
“Kami ingin prestasi olahraga tetap terjaga. Yang kami butuhkan saat ini adalah bantuan perlengkapan olahraga agar pembinaan bisa terus berjalan,” ujarnya.
Selain itu, warga juga mengusulkan pemasangan penerangan jalan umum di dua titik yang dinilai rawan saat malam hari serta bantuan sound system aktif untuk menunjang berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan PKK.
Menutup kegiatan reses, Aziz Ari Saputra menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dibawa ke pembahasan di tingkat fraksi dan komisi DPRD Sumsel sebagai bahan penyusunan program prioritas.
“Semua usulan masyarakat akan kami perjuangkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD serta koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait. Harapannya, aspirasi ini dapat masuk dalam pembahasan anggaran perubahan maupun perencanaan pembangunan berikutnya,” tutup Aziz. (Hendri)



































