Beranda Hukum & Kriminal Heboh! Pria Berjubah dan Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel

Heboh! Pria Berjubah dan Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel

50
0

PALEMBANG, KITOUPDATE.COM – Dugaan ancaman terhadap keamanan markas kepolisian sempat menggegerkan Mapolda Sumatera Selatan setelah seorang pria berinisial DRH (24) nekat memasuki kawasan helipad Gedung Presisi pada Senin (6/7/2026) malam. Penampilannya yang mengenakan jubah putih serta membawa bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid memicu kewaspadaan petugas dan memunculkan dugaan awal adanya potensi aksi teror.

Beruntung, personel piket yang berjaga sigap mengamankan pria tersebut hanya beberapa menit setelah memasuki area steril sekitar pukul 20.15 WIB. Sesuai prosedur pengamanan objek vital, petugas langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap identitas maupun seluruh barang bawaan yang dibawanya guna mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyita sejumlah barang, antara lain jubah putih, bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid yang dipasang pada tongkat bambu, tas punggung, tas selempang, telepon genggam, alat tulis, sepasang sepatu, kacamata, serta satu botol plastik berisi minuman beralkohol.

Meski sempat menimbulkan dugaan adanya kaitan dengan aksi terorisme, penyelidikan sementara Polda Sumsel menyatakan DRH tidak memiliki afiliasi dengan jaringan terorisme maupun kelompok radikal. Hasil tes urine terhadap pria tersebut juga menunjukkan negatif narkotika.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel kini masih mendalami motif tindakan DRH, termasuk melakukan pemeriksaan psikologis dan kesehatan jiwa untuk mengetahui alasan yang bersangkutan memasuki kawasan terbatas Mapolda Sumsel.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan tidak terafiliasi dengan jaringan terorisme maupun kelompok radikal. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan psikologis dan kesehatan jiwa guna memperoleh gambaran yang objektif mengenai motif tindakannya,” kata Nandang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai aksi teror dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kesiapsiagaan personel di lapangan menjadi faktor utama sehingga situasi dapat dikendalikan dengan cepat tanpa mengganggu aktivitas pelayanan kepolisian maupun masyarakat.

Polda Sumsel menegaskan akan terus mendalami kasus tersebut hingga motif pelaku terungkap secara utuh, sembari memastikan keamanan objek vital kepolisian tetap terjaga dari segala bentuk potensi ancaman. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini