OKU TIMUR, KITOUPDATE.COM – Cuaca yang tidak terlalu terik mengiringi antusiasme masyarakat Bumi Sebiduk Sehaluan yang memadati halaman Masjid Agung Sabilul Muttaqin, Martapura, Selasa (20/01/2026). Ribuan warga hadir mengikuti tablig akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten OKU Timur.
Pemerintah Kabupaten OKU Timur menghadirkan dai nasional ternama, Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, M.Si., Ph.D., sebagai penceramah utama. Masyarakat datang dari berbagai penjuru kabupaten yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Sumatera Selatan.
Membludaknya jamaah serta banyaknya kendaraan yang melintas sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinsumteng), Martapura. Namun, berkat kesigapan personel Satuan Lalu Lintas Polres OKU Timur bersama Dinas Perhubungan, arus lalu lintas dapat dikendalikan dan kembali lancar.
Tablig akbar yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-22 OKU Timur ini dihadiri Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., M.M., Wakil Bupati H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., unsur Forkopimda, anggota DPRD, alim ulama, majelis taklim, serta masyarakat umum.
Dalam tausiah yang disampaikannya, Ustadz Das’ad Latif mengingatkan pentingnya rasa syukur dalam setiap kondisi kehidupan. Ia menekankan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih keselamatan di akhirat.
“Jadi orang miskin tidak apa-apa, justru lebih memudahkan masuk surga karena malaikat tidak banyak bertanya. Beda dengan bapak-bapak pejabat yang duduk di atas panggung ini. Meski bisa masuk surga, malaikat akan banyak bertanya. Jam Rolex-nya dari mana, mobilnya dari mana, dan seterusnya,” ujarnya disambut tawa jamaah.
Lebih lanjut, dai asal Makassar tersebut juga menyinggung fenomena gaya hidup mewah yang kerap mengikuti peningkatan jabatan seseorang.
“Mulai dari pegawai biasa, lalu diangkat jadi pejabat, setelah itu ingin jadi sekda, lalu ingin jadi bupati. Sudah jadi bupati ingin dua periode. Sudah dua periode, ditangkap KPK,” ucapnya lantang yang kembali disambut gelak tawa hadirin.
Selain menyampaikan tausiah, Ustadz Das’ad Latif juga mengajak jamaah bershalawat dan menyanyikan lagu-lagu religi bersama. Kepada para pejabat yang hadir, ia beberapa kali mengingatkan agar jabatan yang diemban dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat. (Dadang Dinata)



































