Beranda Headline Trump Klaim Damai dengan Iran Tercapai, Selat Hormuz Dibuka

Trump Klaim Damai dengan Iran Tercapai, Selat Hormuz Dibuka

54
0

ISTANBUL, KITOUPDATE.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan membuka jalan bagi normalisasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Ahad, Trump menyatakan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah selesai serta mengucapkan selamat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” tulis Trump.

Dalam pernyataan yang sama, Trump juga mengumumkan pencabutan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat dan mengizinkan kembali pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya.

“Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujarnya.

Trump turut mengisyaratkan dimulainya kembali aktivitas pelayaran internasional serta distribusi energi global melalui jalur perairan yang selama ini menjadi perhatian dunia akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump.

Meski demikian, Presiden AS itu belum mengungkap rincian isi kesepakatan maupun mekanisme pelaksanaannya.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin dini hari mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui serangkaian perundingan intensif.

“Setelah pembicaraan yang intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” tulis Sharif melalui platform X.

Menurut Sharif, kedua negara telah sepakat menghentikan seluruh operasi militer secara segera dan permanen di berbagai front konflik, termasuk di Lebanon.

Ia juga mengungkapkan bahwa penandatanganan resmi kesepakatan damai tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni mendatang di Swiss.

Jika terealisasi, kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus meredakan kekhawatiran pasar global terhadap pasokan energi dan stabilitas keamanan regional. (Net/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini