Beranda Headline Watak Keras Deka di Balik Tragedi Suaminya

Watak Keras Deka di Balik Tragedi Suaminya

40
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Di balik tewasnya Anton (32), ASN Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tersimpan cerita rumah tangga yang disebut telah lama diwarnai konflik.

Deka Ayu (30), istri korban yang kini diamankan polisi, disebut pihak keluarga Anton memiliki karakter keras dan kerap terjadi pertengkaran dalam rumah tangga mereka.

Perselisihan yang sebelumnya berlangsung di dalam rumah tangga itu akhirnya mencapai titik paling tragis pada Senin (21/9/2026).

Deka datang menemui Anton di Kantor Inspektorat OKI. Pertemuan yang disebut berkaitan dengan permintaan biaya pengobatan anak mereka itu berubah menjadi cekcok.

Perselisihan kemudian berlanjut ke area depan masjid yang berada di seberang kantor tersebut.

Di situlah tragedi terjadi.

Deka diduga mengeluarkan pisau yang dibawanya dari dalam tas dan menyerang Anton. Korban mengalami luka akibat senjata tajam hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres OKI AKP M. Raka Dwi Darma membenarkan adanya penusukan tersebut.

“Ada saksi yang melihat pada saat kejadian dan juga ada saksi yang membantu menolong korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten OKI,” kata Raka.

Polisi kemudian mengamankan Deka tidak lama setelah kejadian.

 

Disebut Kerap Terjadi Konflik

Pihak keluarga korban mengungkap bahwa hubungan Anton dan Deka memang sudah lama tidak harmonis.

Keduanya bahkan telah pisah rumah sekitar satu bulan terakhir. Anton juga disebut telah mengajukan proses perceraian karena tidak lagi mampu mempertahankan rumah tangga tersebut.

Menurut pihak keluarga, Anton sebelumnya kerap bercerita mengenai perlakuan kasar yang disebut diterimanya dari sang istri.

“Korban sudah tidak tahan karena sering mendapat perlakuan kekerasan bahkan sejak sebulan setelah menikah. Istrinya ini orangnya keras dan sering melawan,” ungkap salah seorang pihak keluarga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari latar belakang konflik rumah tangga yang kini tengah didalami kepolisian.

Namun, polisi belum menyimpulkan seluruh persoalan rumah tangga tersebut sebagai motif tunggal penusukan.

 

Pertemuan Soal Anak Berakhir Tragis

Sebelum penusukan terjadi, Deka diketahui mendatangi kantor tempat Anton bekerja.

Menurut Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, kedatangan Deka berkaitan dengan permintaan uang untuk kebutuhan pengobatan anak mereka yang sedang sakit.

Namun, pembicaraan justru berubah menjadi pertengkaran.

Cekcok berlanjut hingga ke area depan masjid. Dalam kondisi tersebut, Deka diduga mengeluarkan sebilah pisau yang sebelumnya dibawa dalam tas.

Anton kemudian diserang menggunakan senjata tajam tersebut.

Polisi mengamankan sebilah pisau dengan panjang sekitar 30 sentimeter, telepon seluler milik pelaku, serta pakaian korban sebagai barang bukti.

 

Bayi 7 Bulan Kini Kehilangan Ayah

Tragedi tersebut menyisakan luka yang lebih dalam. Anton dan Deka diketahui memiliki seorang anak yang masih berusia sekitar tujuh bulan.

Saat polisi tiba di lokasi kejadian, bayi tersebut telah dibawa keluarga ke rumah sakit.

Polres OKI juga berkoordinasi dengan Dinas P3A untuk memberikan pendampingan.

Sementara itu, Deka masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi menyatakan belum dapat memastikan kondisi psikologis pelaku karena yang bersangkutan masih belum bisa dimintai keterangan secara maksimal.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 44 ayat (3) UU KDRT terkait kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Kini, polisi masih mengurai satu per satu konflik rumah tangga yang mendahului tragedi tersebut. Dari hubungan yang retak, proses perceraian, persoalan biaya pengobatan anak, hingga sebuah pisau yang mengakhiri hidup Anton. (Eko Saputra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini