Beranda Headline Jargas Dikebut, Target 1 Juta Sambungan 2028

Jargas Dikebut, Target 1 Juta Sambungan 2028

21
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Pemerintah mempercepat pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga dengan menggandeng PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Program ini ditargetkan mencapai 1 juta sambungan rumah (SR) hingga 2028.

Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi salah satu wilayah yang disiapkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional.

“Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Agung dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (22/9).

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Agung Kuswardono dan Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta meninjau jaringan gas bumi di Gresik dan Sidoarjo, Senin (21/9).

Menurut Agung, pengembangan jargas tidak hanya bertujuan memperluas akses energi bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi beban subsidi energi terhadap APBN.

Pada 2025-2026, pemerintah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah jargas di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sekitar 7.000 SR dibangun di Gresik dan 7.000 SR lainnya di Sidoarjo.

Pemerintah kemudian akan meningkatkan pembangunan secara masif mulai tahun ini dengan target mencapai 1 juta SR pada 2028.

“Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR,” ujar Agung.

 

Tekan Ketergantungan LPG Impor

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan pengembangan jargas merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk mendukung swasembada energi.

Menurutnya, perluasan jaringan gas bumi juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor dengan mengoptimalkan sumber energi domestik.

“Jaringan gas kota ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk mendukung swasembada energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor,” kata Dudung.

Pembangunan jaringan gas kota juga masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional pada Rencana Kerja Pemerintah 2027. Sementara pembangunan jaringan gas perkotaan tercantum sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025-2029.

Dudung bersama jajaran Kementerian ESDM dan PGN meninjau kesiapan pengoperasian jargas yang dibangun menggunakan APBN tahun anggaran 2025-2026.

Ditjen Migas Kementerian ESDM sebelumnya telah membangun 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010, dengan PGN sebagai operator.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta memastikan pihaknya siap mendukung pengembangan dan pengelolaan jargas yang dibangun pemerintah.

“PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga dan pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari pemerintah melalui skema APBN,” ujar Hery.

Sebagai operator, PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk menjaga integritas aset, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta pelayanan gas bumi kepada masyarakat.

Secara nasional, PGN telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga.

Pengembangan jargas juga ditopang konektivitas infrastruktur transmisi gas nasional, salah satunya Pipa Cirebon-Semarang, yang menjadi fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik hingga ke sektor rumah tangga.

Pemerintah selanjutnya akan terus memperluas pembangunan jargas melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini