Beranda Headline Tergiur Gaji Tinggi, Wamenaker Minta Calon PMI Waspada

Tergiur Gaji Tinggi, Wamenaker Minta Calon PMI Waspada

16
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Tawaran gaji tinggi tak selalu menjadi jalan menuju kesejahteraan. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah memilih jalur bekerja ke luar negeri, terutama jika proses penempatannya tidak melalui jalur resmi.

Afriansyah meminta calon pekerja migran Indonesia (PMI) tidak mudah percaya terhadap bujuk rayu atau iming-iming penghasilan besar. Sebelum berangkat, masyarakat diminta memastikan negara tujuan, perusahaan atau pemberi kerja, hingga proses penempatannya memiliki dasar kerja sama dan mengikuti ketentuan pemerintah.

“Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan Pemerintah Indonesia,” ujar Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, keamanan dan perlindungan pekerja harus menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang memutuskan bekerja maupun mengikuti program magang di luar negeri.

Selain memastikan jalur penempatan resmi, calon PMI juga harus mempersiapkan kompetensi dan kemampuan bahasa asing. Hal tersebut dinilai penting agar pekerja tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di negara tujuan.

Jepang menjadi salah satu negara yang cukup banyak diminati pekerja Indonesia. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang,” kata Afriansyah.

Ia menegaskan, peserta magang maupun calon pekerja yang akan berangkat ke Jepang perlu dibekali pengetahuan, keterampilan, kompetensi, serta kemampuan bahasa sebelum meninggalkan Indonesia.

“Bekal tersebut diperlukan agar peserta dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di Jepang,” ujarnya.

 

Banyuwangi Jadi Salah Satu Daerah Penyangga

Afriansyah juga menyebut Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai salah satu daerah dengan jumlah penempatan pekerja migran yang cukup tinggi.

Karena itu, penguatan pelatihan di daerah dinilai penting untuk memastikan calon pekerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk untuk menghadapi peluang kerja di luar negeri.

Kementerian Ketenagakerjaan saat ini membuka Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 dan Non-Batch September 2026 di Banyuwangi. Program tersebut diikuti 238 peserta melalui 13 program pelatihan.

Sebanyak 48 peserta mengikuti tiga program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4, sedangkan 190 peserta mengikuti 10 program pelatihan Non-Batch.

Tiga program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 meliputi peracikan minuman kopi, pengolahan ikan, dan pengoperasian mesin CNC bubut.

Sementara itu, program Non-Batch mencakup sejumlah bidang, mulai dari pertanian, perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, konten digital, pengolahan makanan, otomotif, hingga pengelasan.

Selain pelatihan tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis melalui program Pelatihan Vokasi Tematik Terintegrasi.

Penguatan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu memenuhi tuntutan dunia kerja, termasuk ketika peluang tersebut datang dari luar negeri. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini