OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Mengantisipasi peningkatan kasus penyakit diare yang kerap muncul di musim peralihan, Puskesmas SP Padang secara intensif dan berkelanjutan melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat di seluruh wilayah kerjanya.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini agar warga lebih memahami bahaya, penyebab, serta cara mencegah dan menangani penyakit diare dengan tepat.
Kepala Puskesmas SP Padang, Dadang Hanura, S.Kep., menyampaikan bahwa diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi angka kejadiannya, terutama di kalangan balita dan anak-anak.
Penyakit ini tidak boleh dianggap remeh, karena jika dibiarkan dapat menyebabkan dehidrasi yang berisiko mengancam nyawa.
“Diare bukan sekadar sakit perut biasa. Banyak orang menganggap sepele, padahal jika penanganannya terlambat, dampaknya bisa sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, kami terus mendatangi masyarakat, baik di desa-desa, posyandu, maupun lingkungan permukiman, untuk mengedukasi bagaimana cara mencegahnya,” ujar Dadang Hanura saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/09/2026).
Dalam sosialisasi yang dilakukan secara langsung yang melibatkan berbagai desa di Kecamatan SP Padang, tim tenaga kesehatan Puskesmas memberikan penjelasan lengkap mengenai hal-hal berikut:
1. Apa itu Diare?
Diare adalah buang air besar encer atau berair yang terjadi lebih dari tiga kali sehari, yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, atau akibat makanan dan minuman yang terkontaminasi.
2. Cara Penularan Diare
Diare dapat menular melalui makanan dan minuman yang tidak higienis, mencuci tangan yang kurang bersih setelah buang air, serta penggunaan air bersih yang tidak layak konsumsi.
3. Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan Masyarakat
– Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar
– Memasak makanan hingga benar-benar matang dan menyajikannya dalam keadaan bersih
– Menggunakan air bersih yang aman untuk minum dan keperluan sehari-hari
– Menutup makanan agar tidak terkontaminasi lalat dan debu
– Membersihkan lingkungan tempat tinggal dan menjaga kebersihan saluran air
4. Pertolongan Pertama Saat Mengalami Diare
– Tetap minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi
– Minum larutan garam dan gula atau cairan oralit
– Makan makanan yang mudah dicerna seperti bubur atau nasi tim
– Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat jika diare tidak membaik dalam 2 hari, disertai demam tinggi, atau ada tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering dan jarang buang air kecil
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga melibatkan kader kesehatan desa, bidan desa, serta pengelola Posyandu agar pesan-pesan kesehatan dapat terus tersampaikan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Puskesmas SP Padang juga membuka layanan konsultasi gratis bagi warga yang membutuhkan informasi lebih lanjut seputar pencegahan dan penanganan diare.
“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Semakin banyak masyarakat yang paham, semakin rendah pula angka kesakitan di wilayah kita. Mari kita jaga kebersihan, karena kebersihan adalah kunci utama terhindar dari penyakit diare,” tegas Dadang Hanura.
Puskesmas SP Padang berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan pencegahan melalui edukasi, guna menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Sirah Pulau Padang dan sekitarnya. (Hendri)


































