Beranda Ogan Kemering Ilir Cuti Jaga Kebun, Fikri Tewas Terjebak Asap Karhutla

Cuti Jaga Kebun, Fikri Tewas Terjebak Asap Karhutla

31
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Niat hati mengambil cuti kerja demi menjaga kebun karet kesayangannya dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Fikri alias Kelik (51), warga Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), justru meninggal dunia setelah terjebak kepungan asap pekat.

Fikri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah berupaya memadamkan api yang membakar kebun karetnya pada Sabtu (3/10/2026) siang.

Adik ipar korban, Mamat, mengatakan Fikri sebelumnya baru pulang bekerja dari Pangkalan Balai. Ia kemudian sengaja mengambil cuti untuk menjaga sekaligus mengurus kebun karet miliknya di Desa Pulau Beruang.

“Dia itu baru pulang gawe, kerja di Pangkalan Balai. Minta cuti untuk nunggu kebunnya karena musim kemarau, musim api ini,” ungkap Mamat saat dihubungi Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, Minggu (4/10/2026) siang.

Menurut Mamat, kebun karet milik Fikri memiliki luas sekitar 1,5 hektare. Kebun tersebut bahkan belum menghasilkan, namun akhirnya ludes terbakar.

Di tengah musim kemarau, menjaga kebun pada siang hari disebut menjadi hal yang lumrah dilakukan warga Desa Pulau Beruang untuk mengantisipasi kebakaran lahan.

Namun, upaya Fikri menjaga kebunnya berujung petaka.

Lokasi kebun korban berada cukup jauh dari permukiman warga, sekitar 2 kilometer dari kawasan permukiman Desa Pulau Beruang.

Saat kebakaran terjadi, Fikri berusaha memadamkan api. Namun, kepungan asap pekat membuatnya terjebak hingga akhirnya nyawanya tidak tertolong.

 

Firasat Sebelum Pergi

Sebelum kejadian tragis tersebut, keluarga Fikri sempat melihat perubahan perilaku korban.

Mamat menuturkan, istri Fikri merasa suaminya belakangan terlihat berbeda. Korban disebut lebih sering memberikan nasihat kepada anaknya yang juga bekerja di Pangkalan Balai.

Salah satu pesan yang disampaikan Fikri kepada anaknya adalah agar tidak ikut campur dalam urusan orang lain.

“Bininya ngomong tingkah lakunya agak beda. Nasihati anaknya, salah satu menyampaikan jangan ikut campur dengan urusan orang lain, ‘kagek kamu gilo’,” ujar Mamat menirukan pesan korban.

Kini, kebun yang hendak dijaga Fikri telah terbakar. Sementara sosok pekerja keras yang rela mengambil cuti demi menjaga kebunnya itu telah berpulang.

Jenazah Fikri dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Pulau Beruang pada Minggu (4/10/2026). Prosesi pemakaman berlangsung selepas salat Zuhur. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini