OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi pemerintahan serta mempercepat dan memudahkan pengelolaan dokumen di lingkungan Kecamatan Sirah Pulau Padang, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Pemanfaatan Teknologi dalam Pendokumentasian Arsip Kepegawaian”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Aksi Perubahan yang digelar di ruangan rapat Kantor Camat SP Padang, Selasa (06/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri dan diikuti secara antusias oleh seluruh staf, pejabat, serta jajaran di lingkungan Kantor Camat SP Padang. Mewakili Camat SP Padang, Indra Husin, S.Sos., M.Si, Kasi Kesos Kecamatan SP Padang, M. Tumpul, hadir membuka sekaligus memimpin jalannya kegiatan sosialisasi tersebut.
Dalam sambutannya, M. Tumpul menyampaikan bahwa perubahan menuju sistem pengarsipan yang lebih modern dan terintegrasi adalah sebuah keharusan, bukan lagi pilihan.
“Seringkali kita kesulitan saat mencari dokumen penting karena masih disimpan secara manual. Itu memakan waktu lama dan berisiko dokumen hilang atau rusak. Melalui aksi perubahan ini, kita ingin membudayakan penggunaan teknologi agar pekerjaan lebih cepat, data lebih aman, dan pelayanan kepada masyarakat pun semakin baik,” ujar M. Tumpul.
Pemaparan materi dalam sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Ansyori, S.IP., M.Si, yang bertindak sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Ansyori menjelaskan secara mendalam mengenai pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan arsip kepegawaian, mulai dari konsep dasar, manfaat, hingga langkah praktis penerapannya di lingkungan kerja kecamatan.
“Arsip bukan sekadar tumpukan kertas. Arsip adalah bukti pertanggungjawaban kinerja kita, adalah memori organisasi. Jika arsip tidak tertata dengan baik, maka sejarah dan kinerja kita pun sulit dipertanggungjawabkan,” tegas Ansyori.
Ansyori juga menyoroti berbagai tantangan yang selama ini dihadapi dalam pendokumentasian arsip secara konvensional, seperti risiko kerusakan fisik, kehilangan, kesulitan penelusuran, serta terbatasnya akses bagi petugas yang membutuhkan data secara cepat.
“Dengan memanfaatkan teknologi, dokumen yang dulunya memakan ruang penyimpanan besar kini bisa disimpan dalam bentuk digital, dapat diakses kapan saja dan dari mana saja dengan izin yang tepat, serta aman dari risiko kerusakan fisik akibat cuaca, hama, atau kebakaran,” jelas Ansyori.
Selain itu, Ansyori juga memaparkan langkah-langkah praktis yang dapat langsung diterapkan oleh setiap pegawai, mulai dari proses pemilahan dokumen, pendigitalan, pemberian indeks atau kode klasifikasi, hingga penyimpanan dan pengamanan data.
“Kuncinya adalah kedisiplinan dan konsistensi. Teknologinya bisa dipelajari, tetapi keberhasilannya tergantung pada kita semua yang menjalankannya. Mari kita mulai dari hal kecil, dari meja kerja kita masing-masing,” harap Ansyori.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat sangat kondusif dan interaktif. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait kendala teknis yang mungkin dihadapi saat mulai beralih dari sistem manual ke sistem digital.
Hal ini menunjukkan tingginya minat dan kesadaran para pegawai di lingkungan Kecamatan SP Padang untuk terus meningkatkan kualitas kinerjanya dan kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi awal perubahan yang nyata dalam tata kelola administrasi pemerintahan di Kecamatan SP Padang.
“Dengan adanya penerapan teknologi dalam pendokumentasian arsip kepegawaian, diharapkan tercipta tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, akuntabel, transparan, dan tentunya semakin baik dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat luas dan Semoga upaya kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan pelayanan publik di Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir” tutup Ansyori. (Hendri)


































