Beranda Ogan Kemering Ilir Pemda OKI Gelar Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla

Pemda OKI Gelar Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla

19
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melaksanakan Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) OKI, Jumat, 09 Oktober 2026.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten OKI, Ir. H. Asmar Wijaya, dan diikuti oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor, mengevaluasi upaya penanganan karhutla yang telah dilakukan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten OKI .

Dalam arahannya, Sekda OKI Ir. H. Asmar Wijaya menegaskan bahwa karhutla bukan lagi masalah satu instansi saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kabupaten OKI memiliki wilayah yang sangat luas dengan potensi lahan gambut dan lahan kering yang rentan terbakar. Saat ini kondisi cuaca masih cukup kering, sehingga potensi terjadinya kebakaran masih sangat tinggi. Oleh karena itu, koordinasi antarinstansi harus diperkuat, tidak boleh ada yang berjalan sendiri-sendiri,” ujar Sekda Asmar.

Beberapa hal penting yang dibahas dalam rapat koordinasi ini antara lain:

1. Evaluasi Situasi Terkini, Pemaparan data titik panas (hotspot), sebaran wilayah rawan, serta kondisi cuaca dan kelembaban di Kabupaten OKI .

2. Kesiapan Sumber Daya dan Sarana Prasarana, Memastikan ketersediaan personel, peralatan, pos pengamatan, serta jalur evakuasi dan akses air di lokasi rawan kebakaran.

3. Pembagian Tugas dan Peran, Mempertegas peran masing-masing instansi dalam pencegahan, pemantauan, penanggulangan, hingga pasca-kebakaran.

4. Strategi Pencegahan Berbasis Masyarakat, Menguatkan peran masyarakat, termasuk relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), Karang Taruna, dan perangkat desa dalam patroli dan pengawasan di wilayah masing-masing .

5. Koordinasi Lintas Sektoral, Memperkuat kerjasama dengan instansi vertikal, TNI, Polri, Manggala Agni, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah OKI untuk bersinergi dalam pengendalian karhutla .

Melalui rapat koordinasi ini, disepakati sejumlah langkah konkret:

1. Meningkatkan patroli rutin di wilayah-wilayah yang teridentifikasi rawan kebakaran, terutama di 5 kecamatan prioritas: Cengal, Pampangan, Pangkalan Lampam, Jejawi, dan SP Padang.

2. Memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang larangan pembakaran lahan serta dampak yang ditimbulkan.

3. Mempercepat respon penanganan ketika terjadi kebakaran agar api tidak meluas dan merugikan masyarakat luas.

4. Meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat dalam satu komando yang terintegrasi.

“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan gotong royong, kesadaran bersama, dan kecepatan bertindak dari kita semua. Jabatan adalah amanah, dan menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Asmar.

Diharapkan melalui kolaborasi dan komitmen bersama ini, upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kabupaten OKI dapat berjalan lebih optimal demi melindungi masyarakat, kualitas udara, lingkungan, dan kelestarian alam di bumi Bende Seguguk. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini