Beranda Headline Antrean BBM di Bali, Pertamina Tambah Pasokan 26.200 KL

Antrean BBM di Bali, Pertamina Tambah Pasokan 26.200 KL

35
0

DENPASAR, KITOUPDATE.COM – Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mendorong Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM). Sebanyak 26.200 kiloliter (KL) tambahan Pertalite dan Pertamax disiapkan untuk dikirim secara bertahap melalui kapal tanker.

Tambahan pasokan tersebut dijadwalkan tiba pada Senin (12/10), Rabu (14/10), dan Jumat (16/10) di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, serta Terminal BBM Manggis, Kabupaten Karangasem.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan BBM dan menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali,” kata Ahad di Denpasar, Senin (12/10).

Penambahan pasokan ini menjadi perhatian di tengah antrean konsumen yang terjadi di sejumlah SPBU. Pertamina menyatakan distribusi dari terminal menuju lembaga penyalur terus dioptimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.

Besarnya kebutuhan BBM di Pulau Dewata turut menjadi tantangan distribusi. Konsumsi Pertalite di Bali rata-rata mencapai sekitar 2.200 KL per hari, sehingga perencanaan pasokan dan pengaturan distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan di SPBU.

Sebelumnya, pada Minggu (11/10), kapal tanker yang membawa 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax telah bersandar di Terminal BBM Manggis. Pasokan tersebut kemudian disalurkan ke SPBU di berbagai wilayah Bali.

Pertamina juga mempercepat pembongkaran muatan kapal dan distribusi BBM dari terminal ke SPBU. Evaluasi kebutuhan dilakukan secara berkelanjutan dengan melihat perkembangan stok dan konsumsi di masing-masing daerah.

“Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad.

Di tengah upaya penambahan pasokan, Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi dapat berjalan lebih merata.

Meski tambahan pasokan telah disiapkan, kelancaran distribusi hingga ke SPBU menjadi faktor penentu untuk meredakan antrean. Karena itu, perkembangan stok dan kondisi pelayanan di lapangan masih menjadi perhatian dalam pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat Bali. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini