OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Pernyataan Forum Kepala Desa Kecamatan Air Sugihan, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan PT PLN (Persero) mengenai upaya perbaikan sistem kelistrikan di Air Sugihan mendapat respons beragam dari masyarakat.
Di tengah klaim adanya peningkatan kualitas layanan listrik melalui berbagai program penguatan jaringan, sejumlah warga mengaku kondisi di lapangan masih belum stabil. Keluhan mengenai pemadaman berulang dan tegangan listrik yang rendah masih ramai disampaikan melalui media sosial.
Akun Rian Zxis mengaku listrik di wilayahnya masih sering padam dalam durasi yang cukup lama, terutama pada malam hari.
“Jam 5 sore sudah mati sampai jam 11 malam. Baru mulai hidup sekitar jam 12 malam. Dari jam 1 sampai jam 3 itu pun tidak terang. Tapi entah kalau mulai ada perbaikan ke depannya, karena masih banyak desa di Air Sugihan yang belum normal,” tulisnya.
Keluhan serupa disampaikan akun Midway Vaterinary Clinic yang menyebut kondisi listrik di wilayah Blok D masih kerap mengalami gangguan.
“23 Blok D sekarang jam 10.41 masih mati-matian. Kalau mau magrib jangan ditanya, sudah pasti mati-matian,” tulisnya.
Sementara itu, akun Husnul Khotimah menilai pasokan listrik belum dapat disebut stabil karena pemadaman masih terjadi hampir setiap hari.
“29 Blok C dari jam 6 magrib sampai jam 11 malam baru hidup. Hidup bentar, jam 5 subuh mati lagi. Stabil itu kalau sudah tidak mati,” komentarnya.
Hal senada diungkapkan akun Otax Atix yang mengaku wilayahnya masih mengalami pemadaman dalam waktu cukup lama.
“25 A ujung masih parah. Dari jam 5 sore sampai jam 12 malam mati lampu. Jam 2 pagi baru hidup normal,” ujarnya.
Berbagai keluhan tersebut muncul setelah Ketua Forum Kepala Desa Air Sugihan, M. Fadly, menyampaikan apresiasi terhadap langkah PLN yang mulai melakukan peningkatan layanan listrik melalui pemasangan trafo tapping dan sejumlah program penguatan jaringan distribusi.
Sebelumnya, Manajer PLN UP3 Palembang, Arif Azanny, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama kelistrikan di Air Sugihan adalah panjangnya jaringan distribusi dari Gardu Induk Mariana menuju Air Sugihan yang mencapai sekitar 300 kilometer.
Menurutnya, jarak tersebut menyebabkan tegangan listrik yang seharusnya berada pada level 20 kilovolt (kV) turun hingga berkisar 9–10 kV saat tiba di wilayah Air Sugihan.
Untuk mengatasi persoalan itu, PLN mengaku telah menjalankan tujuh langkah strategis, di antaranya perbaikan titik sambung jaringan tegangan menengah, pemasangan 22 unit trafo tapping, peningkatan kapasitas jaringan, pemecahan beban distribusi, serta penambahan penyulang jaringan tegangan menengah sepanjang 21,7 kilometer sirkuit.
Pemasangan trafo tapping tahap awal telah dilakukan di Desa Kerta Mukti, Negeri Sakti, Mukti Jaya, dan Suka Mulya.
Selain itu, PLN juga menjajaki kerja sama pemanfaatan excess power dari PT OKI Pulp sebagai tambahan pasokan listrik. Untuk solusi jangka panjang, pembangunan Gardu Induk Air Sugihan turut diusulkan guna memperkuat sistem kelistrikan secara permanen.
“Perbaikan dilakukan secara bertahap agar masyarakat Air Sugihan memperoleh pasokan listrik yang semakin andal sehingga dapat mendukung aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi wilayah,” kata Arif.
Meski demikian, berbagai kesaksian warga menunjukkan bahwa dampak perbaikan tersebut belum dirasakan secara merata di seluruh desa dan blok permukiman. Masyarakat berharap program yang sedang dijalankan PLN dapat segera memberikan hasil nyata sehingga persoalan pemadaman berulang dan tegangan listrik rendah yang selama ini dikeluhkan dapat teratasi. (Eko Saputra)



































