Beranda Ogan Kemering Ilir TNI AU–APP Group Perkuat Lawan Karhutla, 14 Heli Diturunkan

TNI AU–APP Group Perkuat Lawan Karhutla, 14 Heli Diturunkan

10
0

SUMATERA SELATAN, KITO UPDATE.COM — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan diperkuat dari udara. Sebanyak 14 helikopter dikerahkan untuk mendukung patroli hingga operasi water bombing di tengah ancaman kebakaran yang masih membayangi sejumlah wilayah.

Armada tersebut terdiri dari sekitar delapan helikopter yang dioperasikan TNI Angkatan Udara (AU) melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang serta enam helikopter water bombing dukungan APP Group.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari operasi Satgas Penanggulangan Karhutla Sumsel yang melibatkan sekitar 12.285 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha dan instansi terkait.

Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya mengatakan operasi penanggulangan karhutla telah berjalan sejak Sumsel menetapkan status siaga darurat.

Satgas udara berada di bawah koordinasi Satgas Operasi yang dipimpin Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud.

Menurut Asep, dukungan armada water bombing menjadi krusial untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditembus tim darat, terutama lokasi yang berada jauh dari sumber air.

“Alhamdulillah, keberadaan water bombing di Sumsel cukup, terutama untuk menyirami lahan yang terbakar di lokasi yang jauh di dalam dan tidak bisa ditembus oleh satgas darat. Apalagi jika lokasi kebakaran jauh dari sumber air, penanganannya tentu lebih sulit melalui jalur darat,” ujar Asep, Jumat (25/9/2026).

Enam helikopter water bombing dari APP Group, kata dia, turut menambah kekuatan operasi udara. Armada tersebut dapat dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di sekitar wilayah konsesi maupun lokasi lain sesuai hasil koordinasi dengan Satgas.

“Setiap akan memberangkatkan helikopter water bombing, pihak APP Group selalu berkoordinasi dan melaporkan kepada kami sehingga pergerakannya bisa dimonitor. Bantuan ini sangat membantu karena menambah armada satgas di udara,” katanya.

Operasi water bombing tidak hanya diarahkan ke titik api. Penyiraman juga dilakukan terhadap area di sekitar lokasi kebakaran untuk membantu menghambat penjalaran api.

Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko kebakaran meluas ke permukiman warga, perkebunan masyarakat, kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan maupun wilayah lain yang berpotensi terdampak.

Untuk mempercepat respons, Satgas Karhutla juga memetakan sumber air yang dapat digunakan helikopter, mulai dari sungai, danau, kanal hingga embung.

Pemetaan itu turut dilakukan saat patroli udara bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI).

Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan kanal di salah satu areal konsesi APP Group yang dinilai berpotensi menjadi sumber air untuk operasi water bombing.

“Kita melihat ada parit di antara lahan tanaman yang bisa menjadi sumber air untuk heli water bombing. Kita meminta agar akses pengambilan airnya diperluas untuk memudahkan penggunaan Bambi Bucket, dan respons APP Group sangat baik. Dengan demikian, kita bisa menambah sumber air untuk mendukung pemadaman karhutla,” jelas Asep.

Tak hanya memperkuat operasi udara, APP Group juga memberikan dukungan sarana dan prasarana bagi tim darat, di antaranya pompa air, sambunesia serta berbagai perlengkapan pemadaman lainnya.

Asep menyebut dukungan tersebut telah diberikan sejak awal penanganan karhutla, termasuk di wilayah sekitar konsesi.

“Sejak awal, APP Group telah turut membantu penanganan karhutla, termasuk di wilayah sekitar konsesi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengendalian karhutla hingga radius 5 kilometer (km) dari batas konsesi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Di sisi lain, upaya pengendalian karhutla juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hingga September 2026, OMC telah dilakukan dalam beberapa tahap dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan ketersediaan awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.

Asep mengatakan OMC telah dilakukan sejak awal musim kemarau dan kembali diintensifkan ketika kondisi awan mendukung.

Dalam beberapa hari terakhir, operasi tersebut turut mendukung turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.

Penanganan karhutla Sumsel kini mengandalkan kombinasi operasi darat, patroli udara, water bombing, OMC serta edukasi pencegahan kepada masyarakat.

Satgas juga mengerahkan tim penyuluh ke sejumlah kabupaten untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan kebakaran, termasuk larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap titik kebakaran sekaligus menekan risiko api meluas di tengah kondisi musim kering di Sumsel. (Rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini