Beranda Headline Prabowo Turunkan 1.000 Perwira Cegah Karhutla

Prabowo Turunkan 1.000 Perwira Cegah Karhutla

3
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah serius untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 1.000 perwira TNI akan diturunkan ke berbagai daerah untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan di tingkat lapangan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat mengundang sejumlah pakar dan akademisi untuk membahas pengelolaan lahan gambut serta potensi karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).

Prabowo mengatakan, para perwira yang terdiri dari mayor, letnan kolonel hingga kolonel tersebut akan ditempatkan di kabupaten-kabupaten untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Saya sudah tugaskan TNI, nanti mungkin Polri, saya turunkan 1.000 perwira, mayor, letkol, kolonel. Seribu, saya turunkan ke kabupaten-kabupaten itu, untuk memberi edukasi,” kata Prabowo sebagaimana dikutip dari unggahan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9).

Menurut Prabowo, pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mencegah karhutla sejak dari tingkat masyarakat. Salah satu fokusnya adalah mengubah praktik pembukaan lahan agar tidak dilakukan dengan cara membakar.

Pemerintah, kata Prabowo, juga menyiapkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan lahan agar kebutuhan tersebut tidak menjadi alasan untuk melakukan pembakaran.

“Kalau Anda butuh lahan, lapor, kita buatkan lahan untuk kalian. Kita siapkan pompa untuk kalian,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, upaya pencegahan karhutla harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin rakyat kita sejahtera. Tidak mungkin kita mau celakakan rakyat kita,” katanya.

 

Perusahaan Juga Diminta Tertib

Tak hanya menyasar masyarakat, pemerintah juga akan menertibkan perusahaan yang dinilai tidak memenuhi kewajiban dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Prabowo menyebut perusahaan memiliki sejumlah kewajiban, di antaranya menyediakan menara pemantau, embung, serta tim pemadam kebakaran dari kalangan karyawan sesuai ketentuan yang berlaku.

Presiden juga meminta para pakar memberikan masukan mengenai strategi terbaik untuk mencegah kebakaran, khususnya di kawasan hutan dan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tersendiri.

Menurutnya, mitigasi tidak boleh baru dilakukan setelah api muncul. Sarana pendukung seperti embung dan pompa harus sudah tersedia sebelum kebakaran terjadi.

“Soal mitigasi fisik kita lakukan ya. Pemadam kebakaran harus siap, nggak ada, jauh sebelum kebakaran bikin embung, embung, embung, embung. Belum ada kebakaran bikin pompa, pompa, pompa, siapkan semua itu,” tegas Prabowo.

Langkah tersebut menunjukkan penanganan karhutla diarahkan tidak hanya pada pemadaman ketika api sudah berkobar, tetapi juga pada pencegahan, edukasi masyarakat, kesiapan sarana, dan pengawasan terhadap kewajiban perusahaan. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini