Beranda Ogan Kemering Ilir Viral! Warga Jual Warisan Lama, Toko Perak Kebanjiran

Viral! Warga Jual Warisan Lama, Toko Perak Kebanjiran

81
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Fenomena perburuan “harta karun” mendadak menggeliat di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi sebuah toko perak dan perhiasan di Desa Menang Raya untuk menjual koleksi lama yang selama ini tersimpan di lemari maupun gudang rumah.

Toko milik Mulia Lestarina itu mulai ramai diserbu warga sejak Februari 2026. Setiap hari, masyarakat datang silih berganti membawa berbagai barang lawas, mulai dari kerajinan perak ukir, koin kuno, peralatan makan zaman kolonial, kuningan antik, hingga perhiasan emas model lama.

“Memang saya membeli perak karena harganya sedang naik. Semua bahan yang mengandung kadar perak kami terima,” ujar Mulia saat ditemui, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, sebagian besar barang yang dijual merupakan peninggalan era Jepang dan Belanda, seperti koin, tusuk konde, garpu, piring, hingga perhiasan klasik berukir manual.

“Rata-rata ini warisan orang tua atau nenek mereka. Selama ini hanya tersimpan, ternyata punya nilai ekonomi,” katanya.

Mulia menjelaskan, setiap barang yang masuk terlebih dahulu diperiksa untuk mengetahui kadar logam serta nilai jualnya. Untuk perak, ia membeli dengan harga Rp75.000 hingga Rp80.000 per gram, tergantung kadar dan motif.

Sementara barang kuningan unik bisa dihargai hingga Rp200.000 per buah. Jika kondisinya biasa, dibeli secara kiloan dengan kisaran Rp90.000 sampai Rp100.000 per kilogram. Adapun perhiasan emas model lama tetap diminati karena detail ukirannya yang kini sudah jarang ditemukan.

“Kalau perak atau emas dalam kondisi rusak akan kami lebur. Untuk kuningan biasanya dijual kembali,” jelasnya.

Lonjakan jumlah penjual disebut semakin meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran. Bahkan, warga dari luar daerah seperti Indralaya dan Palembang turut berdatangan untuk mengecek barang lama mereka.

“Sejak bulan lalu, setiap hari ada ratusan orang yang minta dicek. Puncaknya biasanya menjelang puasa dan Lebaran,” tambahnya.

Novi, warga Desa Pedamaran 1, mengaku sengaja membawa perhiasan warisan neneknya yang ditemukan saat membersihkan rumah.

“Waktu beres-beres lemari ketemu anting, kalung, dan gelang. Nenek dulu tukang rias pengantin, jadi banyak perhiasan yang disimpan,” ujarnya.

Dari sejumlah perhiasan yang dibawa, hanya satu gelang perak yang laku terjual seharga Rp240.000. “Alhamdulillah, bisa untuk beli makanan berbuka,” katanya.

Hal serupa disampaikan Helen yang menjual barang kuningan peninggalan ayahnya. “Tadi laku cetakan makanan dari kuningan Rp45.000. Lumayan untuk tambahan beli kebutuhan,” ucapnya.

Fenomena ini pun viral di kalangan warga sekitar. Banyak masyarakat kini sengaja membongkar lemari dan gudang lama dengan harapan menemukan logam berharga yang dapat diuangkan untuk memenuhi kebutuhan menjelang lebaran. (Rico)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini