OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Dalam upaya memastikan pembangunan desa berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, peran komunikasi dan pemahaman mendalam terhadap kondisi lapangan menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Iskandar Dinata, Pendamping Desa Kecamatan Sirah Pulau Padang (SP Padang) yang bertugas dalam lingkup Tenaga Ahli (TA) Program Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Menurut penjelasan Iskandar Dinata, pembangunan desa tidak dapat berjalan efektif jika hanya mengandalkan perencanaan yang disusun di atas kertas tanpa mempertimbangkan realitas yang ada di lapangan.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa menjalin koordinasi yang baik dan melakukan deteksi masalah secara cermat merupakan kunci utama yang harus dipegang teguh dalam menentukan arah dan strategi pembangunan desa.
“Kita sering melihat rencana pembangunan yang disusun dengan rapi, namun pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan kebutuhan warga. Hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi antar pihak dan kurangnya pemahaman terhadap masalah yang sebenarnya dihadapi masyarakat,” ujar Kandar. Kamis (04/06/2026).
Iskandar menjelaskan bahwa koordinasi yang dimaksud mencakup berbagai elemen, mulai dari pemerintah desa, pendamping desa, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat umum. Melalui koordinasi yang terjalin erat, setiap pihak dapat saling berbagi informasi, menyampaikan aspirasi, dan memahami peran masing-masing.
“Pemerintah desa memegang kendali administrasi dan kebijakan, pendamping desa berperan sebagai fasilitator dan penghubung, sedangkan masyarakat adalah subjek sekaligus objek pembangunan. Jika koordinasi ini berjalan lancar, maka setiap keputusan yang diambil akan mencerminkan keinginan dan kebutuhan bersama,” lanjut Kandar.
Ia juga menekankan bahwa koordinasi tidak hanya dilakukan di awal perencanaan, melainkan harus berlangsung secara berkelanjutan selama proses pembangunan berlangsung. Hal ini bertujuan agar setiap perubahan kondisi atau tantangan yang muncul dapat segera dikomunikasikan dan dicarikan solusinya bersama-sama.
Kandar melanjutkan, selain koordinasi, deteksi masalah secara dini dan akurat menjadi fondasi penting lainnya. Iskandar menuturkan bahwa deteksi masalah bukan sekadar mencatat kesulitan yang ada, melainkan mengidentifikasi akar penyebab, skala dampak, dan potensi yang dapat dikembangkan di setiap desa.
“Kita tidak bisa memberikan solusi yang tepat jika tidak tahu apa masalah sebenarnya. Apakah masalahnya pada akses air bersih, infrastruktur jalan, atau kurangnya peluang ekonomi dan lain sebagainya. Melalui deteksi yang mendalam, kita bisa menyusun prioritas pembangunan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan,” jelas Kandar.
Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai Pendamping Desa di Kecamatan SP Padang, Iskandar dan tim P3MD secara rutin melakukan kunjungan langsung ke berbagai desa dan berdialog dengan warga dari berbagai lapisan. Pendekatan ini dianggap sangat efektif untuk menggali informasi yang jujur dan lengkap, karena masyarakat merasa lebih nyaman menyampaikan keluh kesah ketika dihadapi secara langsung.
Dengan menerapkan dua prinsip utama tersebut, Iskandar berharap pembangunan desa di wilayah Kecamatan SP Padang dan seluruh Kabupaten OKI dapat mengalami kemajuan yang signifikan. Pembangunan yang berlandaskan koordinasi dan deteksi masalah akan menghasilkan program yang tepat guna, menghindari pemborosan anggaran, dan meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap setiap fasilitas yang dibangun.
“Ketika masyarakat merasa didengar dan pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan mereka, maka partisipasi aktif dalam menjaga dan mengembangkan hasil pembangunan pun akan tumbuh dengan sendirinya. Inilah yang menjadi tujuan akhir dari Program P3MD, yaitu menciptakan desa yang mandiri dan sejahtera,” tutup Kandar.
Dengan terus memperkuat koordinasi dan kepekaan terhadap masalah di lapangan, arah pembangunan desa akan senantiasa berada di jalur yang benar untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. (Hendri)






























