Beranda Headline Kesepakatan Bersejarah Iran-AS Makin Dekat, Isi Draf Diperdebatkan

Kesepakatan Bersejarah Iran-AS Makin Dekat, Isi Draf Diperdebatkan

4
0

MOSKOW, KITOUPDATE.COM – Iran mengklaim perundingan dengan Amerika Serikat kini berada pada fase paling dekat menuju kesepakatan sejak negosiasi dimulai. Namun, di tengah optimisme tersebut, Washington justru membantah berbagai bocoran isi dokumen yang beredar di media Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan nota kesepahaman yang tengah dibahas kedua negara telah memasuki tahap akhir pembahasan.

“Nota Kesepahaman Islamabad kini berada pada tahap yang paling dekat untuk disepakati,” tulis Araghchi melalui akun X, Jumat (12/6).

Ia meminta publik dan media tidak berspekulasi mengenai isi dokumen yang masih dalam proses finalisasi. Menurutnya, seluruh rincian kesepakatan akan diumumkan secara resmi setelah proses perundingan selesai.

“Sesuai pendekatan kami yang bertanggung jawab dan transparan, seluruh rinciannya akan diumumkan kepada publik pada waktunya,” ujarnya.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media Iran tidak mencerminkan isi kesepakatan yang sebenarnya.

Melalui platform Truth Social, Trump menyebut bocoran yang dipublikasikan media Iran sebagai informasi palsu.

“Ketentuan-ketentuan yang dibocorkan Iran kepada media adalah berita palsu dan sama sekali tidak berkaitan dengan ketentuan yang telah disepakati secara tertulis,” tulis Trump.

Senada dengan itu, Wakil Presiden AS J.D. Vance membantah spekulasi bahwa Washington akan mencairkan dana Iran yang selama ini dibekukan sebagai bagian dari kesepakatan.

“Saya melihat banyak informasi palsu mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri program senjata nuklir Iran,” kata Vance melalui X.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima dana tunai maupun pencairan aset hanya karena menandatangani nota kesepahaman atau menghadiri pertemuan dengan AS.

“Pihak Iran tidak akan menerima uang tunai apa pun dan tidak ada dana yang akan dicairkan hanya karena menandatangani kesepakatan atau menghadiri pertemuan,” tegasnya.

Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan isi draf nota kesepahaman yang disebut menjadi dasar penyelesaian konflik antara kedua negara.

Dalam laporan tersebut disebutkan Iran tidak akan melanjutkan pembahasan terkait program nuklirnya sebelum Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan, termasuk membebaskan setengah dari dana Iran yang dibekukan senilai sekitar 12 miliar dolar AS atau setara Rp213,4 triliun, menangguhkan sanksi minyak, serta mencabut blokade laut.

Namun hingga kini, pemerintah AS secara tegas membantah bahwa syarat-syarat tersebut menjadi bagian dari kesepakatan yang sedang difinalisasi. Perbedaan narasi dari kedua pihak menunjukkan bahwa meski peluang kesepakatan semakin besar, sejumlah isu krusial masih menjadi tarik-menarik dalam proses negosiasi. (Net/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini