OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Persoalan rumah tangga berujung tragis. Anton, seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), meninggal dunia setelah mengalami belasan luka tusukan tidak jauh dari kantor Inspektorat OKI, Senin (21/9).
Dalam kasus tersebut, istri korban diduga menjadi pelaku. Peristiwa ini kini tengah ditangani aparat kepolisian untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif di balik kematian korban.
Informasi yang disampaikan pihak keluarga menyebutkan, rumah tangga Anton dan istrinya memang telah mengalami keretakan sebelum peristiwa berdarah tersebut terjadi.
Aziz, pihak keluarga sekaligus kuasa hukum korban, mengatakan berdasarkan keterangan keluarga, Anton sebelumnya disebut kerap mengalami kekerasan fisik dari istrinya.
Kondisi itu disebut membuat korban akhirnya memilih menempuh proses perceraian.
“Korban sudah tidak tahan karena sering mendapat perlakuan kekerasan. Akhirnya mengajukan proses perceraian,” kata Aziz, berdasarkan keterangan keluarga korban.
Anton dan istrinya diketahui telah berpisah selama sekitar satu bulan. Proses perceraian keduanya juga disebut masih berlangsung.
Menurut Aziz, pihak keluarga menduga persoalan rumah tangga, termasuk proses perceraian, berkaitan dengan peristiwa yang menewaskan Anton.
Dugaan sementara, kata dia, istri korban tidak menerima keputusan Anton untuk mengakhiri rumah tangga mereka.
Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum. Kepolisian masih mendalami motif dan rangkaian kejadian yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Sementara itu, Andika, salah seorang pegawai Inspektorat OKI, mengaku mendapat kabar mengenai peristiwa tersebut dan langsung mendatangi lokasi.
Setibanya di lokasi, ia melihat kondisi Anton sudah tergeletak dan bersimbah darah.
“Saya baru mengetahui kabarnya dan melihat Anton, namun ia sudah tergeletak bersimbah darah,” ujar Andika.
Korban disebut mengalami belasan luka tusukan hingga akhirnya meninggal dunia.
Kasat Reskrim: Masih Didalami
Kasat Reskrim Polres OKI AKP M. Raka Dwi Darma mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
“Kasus masih didalami,” ujar Raka.
Polisi kini masih mengurai kronologi kejadian, mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mendalami motif di balik peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena korban merupakan ASN yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.
Untuk memastikan konstruksi perkara secara utuh, kepolisian masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap siapa yang bertanggung jawab serta apa motif sebenarnya di balik kematian Anton,” ujarnya sembari menjelaskan pelaku berinisial (DLA) saat ini sudah diamankan pihak kepolisian. (Eko Saputra)



































