Beranda Nasional Dubes Iran Respons Rencana Prabowo: Saat Ini Negosiasi Tak Berguna

Dubes Iran Respons Rencana Prabowo: Saat Ini Negosiasi Tak Berguna

55
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menanggapi tawaran Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik Israel-Amerika Serikat, dan Iran.

Boroujerdi mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Pemerintah Indonesia yang berencana mediasi konflik.

Namun, dia menegaskan bahwa langkah mediasi atau perundingan dengan pihak AS untuk saat ini tidak akan berdampak pada hasil yang signifikan.

“Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun,” ucap Boroujerdi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3).

Walau demikian, Boroujerdi berharap agar negara-negara Islam untuk tidak mendukung AS. Negara Islam disebut seharusnya menyampaikan kutukan yang keras.

Selain itu, dia meminta negara-negara Islam dapat mendukung Iran melalui mekanisme organisasi internasional, seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) hingga sampai Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Dan ketiga, agar menjalankan kampanye ‘Katakan Tidak pada Perang’ dan menolak perang di seluruh dunia serta menunjukkan penentangan mereka terhadap segala jenis peperangan,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut bakal memfasilitasi dialog antara Iran-Amerika Serikat-Israel yang saat ini terlibat konflik.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak,” tulis akun resmi X Kementerian Luar Negeri RI, pada Sabtu (28/2) malam.

“Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” lanjutnya.

Indonesia sendiri sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini