OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Demi memperkuat kolaborasi dan mendorong terciptanya inovasi di tingkat desa, Tim Pendampingan Profesional Masyarakat (TAPM) P3MD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Rapat Koordinasi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) dengan tema “Sinergis dan Inovasi Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Desa Melalui BUMDes Bersama”. Kegiatan berlangsung di Dinas PMD Kabupaten OKI, Senin (05/10/2026).
Rakor ini dihadiri secara langsung oleh seluruh pengurus BUMDes Bersama se-Kabupaten OKI, serta jajaran TAPM Kabupaten OKI. Serta acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten OKI, Hendri, SH, MM.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (D.PMD) Kabupaten OKI, Hendri, SH, MM menyampaikan bahwa keberadaan BUMDes Bersama bukan sekadar bentuk penggabungan usaha, melainkan sebuah strategi cerdas untuk saling menguatkan potensi yang dimiliki masing-masing desa.
“Bapak, Ibu, Saudara-saudara pengurus BUMDesma sekalian, kita menyadari bahwa satu desa mungkin memiliki keterbatasan sumber daya. Namun, jika desa-desa bersatu, kekuatan itu akan berlipat ganda. BUMDes Bersama adalah jawaban atas tantangan tersebut. Sinergi antar-desa adalah kunci agar kita tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan melangkah bersama menuju kemandirian ekonomi yang sesungguhnya.” ungkap Hendri Kadis PMD.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan BUMDesma sangat bergantung pada inovasi dan manajemen yang profesional.
“Jadikan BUMDesma bukan sekadar lembaga yang ada, tetapi lembaga yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga. Inovasi harus terus tumbuh, manajemen harus transparan, dan manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di desa-desa kita. Inilah harapan besar yang kami titipkan kepada Bapak dan Ibu sekalian.” harapnya.
Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang sangat mendalam dan relevan dengan kebutuhan pengurus BUMDesma. Materi pertama disampaikan oleh M. Davies, SKM dari Dinas PMD Kabupaten OKI.
Dalam paparannya, ia membahas aspek pengelolaan keuangan, tata kelola organisasi, serta pendayagunaan potensi lokal.
“BUMDesma harus mampu memetakan apa yang menjadi keunggulan di wilayah masing-masing. Baik itu di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, maupun jasa. Potensi yang sudah terpetakan harus dikelola dengan baik, tercatat dengan rapi, dan dikembangkan secara berkelanjutan agar tidak hanya berjalan sesaat saja.” jelas Davies.
Berbagai materi penting lainnya turut disampaikan oleh para narasumber dari jajaran TAPM Kabupaten OKI, antara lain Nensi Novianti, Nursiah, Irawadi, Nurahwati, dan Bobby Irawan.
Materi yang dibahas meliputi:
– Penguatan kelembagaan dan kepengurusan BUMDesma
– Strategi pengembangan unit usaha yang berdaya saing
– Penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang terukur
– Pelaporan dan evaluasi kinerja secara berkala
– Peluang kemitraan dan akses permodalan
Ditempat yang sama Koordinator TAPM Kabupaten OKI, Nensi Novianti, ST., MT, dalam keterangannya kepada awak media menjelaskan tujuan utama diselenggarakannya rapat koordinasi ini.
“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai wadah silaturahmi sekaligus ajang tukar informasi antar pengurus BUMDesma se Kabupaten OKI. Seringkali kita memiliki hal-hal baik yang sudah berjalan di satu BUMDesma, namun belum diketahui oleh yang lain. Melalui pertemuan ini, kita bisa saling berbagi cerita, berbagi pengalaman, dan belajar bersama tentang apa yang sudah berhasil dan apa yang masih perlu diperbaiki.” tegas Nensi.
Nensi juga menegaskan bahwa evaluasi kepengurusan dan penyusunan rencana kerja tindak lanjut adalah bagian terpenting dari kegiatan ini agar program BUMDesma berjalan terarah.
“Selain berbagi informasi, kita juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan dan kinerja masing-masing BUMDesma. Tidak ada yang sempurna, tetapi kita bisa terus memperbaiki. Hasil dari evaluasi ini akan kita susun menjadi Rencana Kerja Tindak Lanjut atau RKTL, sehingga ke depan setiap langkah yang diambil oleh BUMDesma kita lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran. Semoga BUMDes Bersama di Kabupaten OKI semakin maju, mandiri, dan bermanfaat luas bagi masyarakat desa.” lanjut Nensi.
Suasana rapat berjalan sangat hangat dan antusias. Para peserta terlihat aktif bertanya, berdiskusi, dan mencatat berbagai hal penting yang disampaikan. Banyak pengurus BUMDesma yang mengaku sangat terbantu dengan adanya pertemuan ini, karena bisa langsung berkonsultasi dengan para pendamping sekaligus berbagi pengalaman dengan BUMDesma lain.
“Dengan semangat sinergis dan inovasi yang diusung dalam kegiatan ini, diharapkan ke depan BUMDes Bersama di seluruh Kabupaten OKI semakin kokoh berdiri sebagai pilar utama perekonomian desa, mampu menciptakan lapangan kerja baru, dan mewujudkan cita-cita kemandirian ekonomi desa yang sejati. Bersama Lebih Kuat, Bersinergi Lebih Maju, BUMDesma OKI untuk Desa Sejahtera” pungkas Nensi. (Hendri)


































