Beranda Ogan Kemering Ilir BP3MI Sumsel Gelar Sosialisasi Pemberdayaan PEMI di SP Padang

BP3MI Sumsel Gelar Sosialisasi Pemberdayaan PEMI di SP Padang

5
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Balai Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan sosialisasi pemberdayaan bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PEMI) di Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada Rabu (20/05/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Camat SP Padang ini dilaksanakan sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan dan membekali para mantan pekerja migran agar mampu berdiri mandiri serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi setelah kembali ke tanah air.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Camat SP Padang Indra Husin, S.Sos,.M.Si, Kepala BP3MI Sumsel, Waydinsyah, S.Sos., didampingi oleh Kepala Seksi Purna Kerja dan Tenaga Kerja Asing, Baidiah Pebriani L, S.H. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten OKI, yakni Kepala Bidang Pembinaan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Predi Harimartonis, S.Pt., M.Si. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, di mana sebanyak 30 orang mantan pekerja migran asal wilayah Kecamatan SP Padang hadir menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.

Camat Indra Husin, S.Sos,.M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan serta dalam mempersiapkan dan khususnya kepada BP3MI Sumsel yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi purna kerja Pekerja Migran Indonesia yang ada di Kecamatan SP Padang.

“Kehadiran kita hari ini menunjukkan kepedulian besar kita terhadap nasib, kesejahteraan, dan masa depan para warga kita yang telah berjuang bekerja di luar negeri selama ini sebagai pejuang Devisa bagi negeri dan sosialisasi ini adalah salah satu bentuk penghormatan atas perjuangan mereka selama ini” ujar Indra.

Camat Indra melanjutkan bahwa Pekerja Migran Indonesia memiliki peran yang sangat besar, tidak hanya bagi perekonomian keluarga masing-masing, tetapi juga bagi perekonomian daerah dan negara.

“Pengorbanan yang Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara lakukan demi mencari nafkah yang halal dan halus patut kita hargai dan kita dukung sepenuh hati. Namun, masa kerja di luar negeri tentu ada batasnya. Ada saatnya kita harus kembali ke tanah air, kembali berkumpul bersama keluarga, dan membangun kehidupan baru di kampung halaman tercinta di sinilah pentingnya sosialisasi purna kerja seperti ini” jelas Indra.

Indra juga menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas, panduan, serta bekal pengetahuan bagi para pekerja migran yang akan menyelesaikan masa kerjanya, maupun yang sudah pulang.

“Mulai dari pengelolaan keuangan, pemanfaatan keterampilan yang didapat selama bekerja di luar negeri, hingga peluang usaha dan akses permodalan yang tersedia di daerah. Kita ingin memastikan bahwa setelah pulang, Bapak/Ibu tidak hanya membawa pulang uang, tetapi juga membawa ilmu, pengalaman, dan rencana masa depan yang matang agar dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dan berkontribusi membangun Kecamatan SP Padang” tegas Indra.

Ia pun dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah Kecamatan SP Padang berkomitmen penuh untuk mendampingi dan memfasilitasi seluruh warga masyarakat, termasuk para pekerja migran dan keluarganya.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, para peserta dapat menyimak dengan baik materi yang disampaikan, bertanya jika ada hal yang kurang dipahami, dan aktif berdiskusi. Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah awal untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik bagi kita semua” harap Indra.

Sementara itu Kepala BP3MI Sumsel, Waydinsyah, S.Sos., menjelaskan bahwa istilah mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) kini telah bertransformasi menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan setelah menyelesaikan masa kerjanya di luar negeri disebut sebagai Purna Pekerja Migran Indonesia (PEMI). Perubahan penyebutan ini sekaligus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan perlindungan, termasuk pada masa pasca-kepulangan mereka.

“Kehadiran kami di sini bertujuan untuk memberikan bekal ilmu, keterampilan, dan panduan kepada para PEMI agar tidak kehilangan arah setelah pulang dari luar negeri. Kami ingin memastikan bahwa pengalaman, keterampilan, dan tabungan yang telah dikumpulkan selama bekerja di luar negeri dapat dikelola dengan baik dan diubah menjadi sumber penghasilan berkelanjutan di daerah asal,” ungkap Waydinsyah.

Ia menambahkan bahwa fokus utama dari sosialisasi ini adalah mendorong kemandirian ekonomi para PEMI. Salah satu jalur yang sangat didorong adalah pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para peserta diberikan pemahaman mengenai cara merintis usaha, mengelola keuangan, hingga memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada di Kecamatan SP Padang. Selain sektor usaha mandiri, peserta juga dibekali informasi mengenai peluang berkarier di sektor swasta di dalam negeri, sehingga keahlian yang mereka miliki tetap dapat tersalurkan dan bernilai ekonomi tinggi.

Sementara itu, Predi Harimartonis, S.Pt., M.Si., mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten OKI, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk bersinergi dengan BP3MI Sumsel dalam memfasilitasi para PEMI agar dapat terintegrasi ke dalam sistem ketenagakerjaan daerah maupun dunia usaha.

“Para PEMI adalah aset berharga bagi daerah ini. Mereka memiliki kedisiplinan, etos kerja, dan keahlian yang telah teruji. Tugas kami adalah menjembatani potensi tersebut dengan peluang usaha maupun lapangan kerja yang tersedia di Kabupaten OKI, agar angka kesejahteraan keluarga dan masyarakat terus meningkat,” tegas Predi.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya mendapatkan materi pemaparan, tetapi juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung terkait kendala atau rencana usaha yang ingin mereka jalankan. Para narasumber memberikan solusi praktis dan informasi mengenai akses permodalan serta pendampingan usaha yang bisa diperoleh melalui instansi terkait.

“Kita semua berharap, melalui sosialisasi ini, para Purna Pekerja Migran Indonesia di Kecamatan SP Padang dapat semakin mandiri, produktif, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga serta masyarakat sekitar” pungkas Predi.

Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan sukses diakhir kegiatan BP3MI Sumsel kembali menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digalakkan di berbagai wilayah, guna memastikan perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran berjalan menyeluruh, mulai dari keberangkatan, selama bekerja, hingga setelah kembali ke kampung halaman. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini