Beranda Ogan Kemering Ilir Disdik OKI Lepas Relawan Pendidikan untuk Tangani Anak Tidak Sekolah Tahun 2026

Disdik OKI Lepas Relawan Pendidikan untuk Tangani Anak Tidak Sekolah Tahun 2026

41
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melaksanakan kegiatan koordinasi, pembekalan, dan pelepasan Relawan Pendidikan untuk program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan OKI dan dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Surat Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Nomor 0610/B/D5/DM.00.02/2026 tanggal 3 Mei 2026 tentang Pemberitahuan Pelaksanaan Program Relawan Pendidikan Tahun 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para relawan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional, terarah, dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan, serta memastikan program penanganan anak tidak sekolah dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di wilayah OKI.

Bertempat di aula Dinas Pendidikan Kabupaten OKI kegiatan ini dihadiri oleh lintas sektor seperti tim fasilitator Kementerian PNFI sebanyak 3 orang yaitu Dr. Nuril Furkan, M.Pd., M.H., M.I.Kom. – Widyaprada Utama, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus; Ratna Wijayanti – Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, Gamal Hamdy – Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, Kementerian Desa melalui Tenaga Ahli P3MD beserta Pendamping Desa, Disduk Capil OKI beserta Perwakilan OPD lainnya, seluruh jajaran Dinas Pendidikan OKI dan Para Relawan Pendidikan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Muhammad Refly, S.Sos,.MM, mengucapkan selamat datang di Dinas Pendidikan dan di Bumi Bende Seguguk.

“Kami ucapkan selamat datang di Bumi Bende Seguguk, Ini merupakan simbol dari Kabupaten OKI yang melambangkan Satu Arah persatuan, Bende artinya Gong dan Seguguk merupakan Satu Kesatuan jadi Bende Seguguk artinya Panggilan Persatuan”. Ujar Refly. Rabu (20/05/2026).

Selanjutnya ia mengatakan bahwa menurut data yang diterima, Kabupaten OKI termasuk dalam salah satu kabupaten yang tertinggi terhadap angka ATS.

“Menurut data yang kami terima bahwa kabupaten OKI sendiri angka ATS nya sangatlah tinggi, mencapai 22.082 orang. Untuk itu ini akan menjadi fokus kami kedepannya untuk menuntaskannya” tegas Refly.

Ia pun berharap dengan adanya relawan pendidikan ini dapat memberikan motivasi baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten OKI untuk mengentaskan ATS.

“Kami ucapkan terimakasih atas kerjasamanya rekan-rekan relawan Pendidikan yang akan mengemban pendataan bagi ATS di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Kayuagung, Pedamaran dan SP Padang. Lakukanlah yang terbaik dalam hal ini, mengingat ini bukanlah program semata, akan tetapi juga bernilai ibadah di sisi Allah SubhanAllahu wa ta’ala” jelas Refly.

Akhirnya ia pun berharap agar para Relawan Pendidikan dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat di implementasikan ilmu yang diterima dari tim fasilitator Kementerian Kemendikdasmen di lapangan.

“Selamat bertugas dan wajib selalu semangat. Karena dengan semangat yang rekan-rekan Relawan bawa dilapangan akan membawa dampak yang besar dikemudian hari bagi dunia pendidikan di Kabupaten OKI. Bersama Relawan Membangun Pendidikan Mewujudkan Generasi Emas OKI” tutup Refly.

Sementara itu Kabid PAUD dan Dikmas, Desi Puspita, SE,.MM menambahkan bahwa di provinsi Sumsel hanya Kabupaten OKI yang mendapatkan program Relawan Pendidikan dalam penanggulangan ATS.

“Alhamdulillah Kabupaten OKI satu-satunya yang mendapatkan program ini, tentu hal ini memberikan sebuah motivasi bagi dunia pendidikan di kabupaten OKI, dan semua itu membutuhkan peran strategis dari semua pihak khususnya dari Relawan Pendidikan itu sendiri” tambah Desi.

Menurutnya angkah ATS yang tinggi di OKI perlu pendataan yang mendalam, karena menurutnya terkadang data yang diterima berbeda dengan kenyataan dilapangan.

“Kita berharap tidak sekadar data akan tetapi kebenaran data itu yang terpenting, angkah 22.082 bukan angkah kecil akan tetapi ini angkah yang sangat fantastis terhadap problem ATS, untuk itu kita harapkan dengan adanya kerja keras rekan-rekan relawan pendidikan akan membawa hasil positif bagi dunia pendidikan Kabupaten OKI kedepannya dan kami selalu membuka ruang setiap saat jika diperlukan suatu koordinasi jika ditemukan kendala dilapangan” pesan Desi.

Setelah seluruh rangkaian pembukaan resmi selesai disampaikan acara pun dilanjutkan dengan momen Pelepasan Relawan Pendidika. Acara ini dilaksanakan secara simbolis kepada perwakilan relawan yang terdiri dari dua orang, di mana salah satunya adalah laki-laki dan satu lagi perempuan.

Pelepasan ini dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan beserta didampingi oleh Tim Fasilitator dari tingkat pusat. Momen ini menjadi simbol kepercayaan dan pengukuhan terhadap tugas yang akan diemban oleh para relawan, sekaligus menjadi semangat awal bagi relawan pendidikan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Setelah Coffe Break acara dilanjutkan dengan pemaparan materi, kegiatan yang berlangsung tertib dan terstruktur ini disusun dalam dua tahap utama, yaitu Strategi Pelaksanaan dan rangkaian materi kegiatan yang mencakup pembekalan hingga acara pelepasan.

Pada tahap Strategi Pelaksanaan, kegiatan pembekalan dan pendampingan dilakukan secara langsung kepada Dinas Pendidikan, organisasi mitra, dan seluruh relawan yang bertugas di lapangan.

Kegiatan ini difokuskan pada diskusi bersama guna membahas langkah-langkah pelaksanaan program, pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab, serta penjelasan mengenai format dan instrumen yang akan digunakan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Selain itu, tahap ini juga menjadi momen untuk menyamakan persepsi antara seluruh pihak yang terlibat dalam menjalankan program, guna menghindari kesalahpahaman dan memastikan semua pihak bergerak pada jalur yang sama.

Berpindah ke Materi Kegiatan, pembekalan dilaksanakan dengan menyajikan berbagai materi yang mendalam dan relevan dengan kebutuhan pelaksanaan program.

Rangkaian materi dimulai dengan sesi pembukaan dan pengarahan yang disampaikan oleh tim fasilitator PNFI yaitu Nuril Fulkan, yang memberikan pemaparan yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai hal penting, antara lain:

– Penjelasan mengenai pedoman dan pelaksanaan program relawan pendidikan secara keseluruhan;

– Konsep dasar dan tahapan pelaksanaan jalur reintegrasi bagi anak tidak sekolah, yang disajikan secara rinci melalui dua buku panduan;

– Penjelasan mengenai format dan instrumen yang digunakan dalam proses verifikasi dan advokasi terhadap anak tidak sekolah;

– Penyusunan matrik peta kebutuhan belajar yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing anak;

– Penyusunan program tindak lanjut yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan OKI dalam penanganan masalah anak tidak sekolah.

“Permasalahan ATS ini adalah tanggung jawab kita bersama, untuk itu perlu kerjasama yang baik dari semua pihak dan juga perlu perhatian khusus pula dari semua kalangan” ungkap Nuril.

Menurutnya, Keberhasilan kegiatan ini jika didukung oleh kehadiran narasumber dan fasilitator yang kompeten di bidangnya. Sumber daya manusia yang diharapkan terlibat antara lain petugas dari tingkat pusat yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam pelaksanaan program pendidikan nonformal, serta Kepala Dinas atau Kepala Bidang yang bertanggung jawab langsung dalam penanganan masalah anak tidak sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan OKI.

“Kehadiran semua pihak tadi memastikan bahwa seluruh materi yang disampaikan bersifat akurat, sesuai dengan kebijakan nasional, dan dapat diterapkan dengan baik di lapangan” harap Nuril.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan program. Peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan OKI, perwakilan dari organisasi mitra yang bekerja sama dalam pelaksanaan program, serta seluruh Relawan Pendidikan yang ditugaskan oleh organisasi mitra tersebut.

“Para relawan berasal dari berbagai kecamatan yang telah ditetapkan sebagai wilayah pelaksanaan program, kita berharap nantinya dapat menyebarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan-rekan dan masyarakat di wilayah tugas masing-masing” lanjut Nuril.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan para relawan dapat memahami tugasnya dengan baik, mampu mengatasi berbagai tantangan yang ada di lapangan, serta berperan aktif dalam mengurangi jumlah anak tidak sekolah dan membantu proses pengembalian anak-anak tersebut ke jalur pendidikan yang layak.

“Kami sangat mengapresiasi atas kepedulian Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan OKI yang selama ini selalu berkomitmen untuk terus mendukung program-program pendidikan, termasuk peran serta masyarakat melalui relawan, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayah Ogan Komering Ilir” pungkas Nuril. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini