Beranda Headline Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit dan Batu Bara Lewat BUMN

Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit dan Batu Bara Lewat BUMN

10
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA) yang mewajibkan ekspor sejumlah komoditas strategis dilakukan melalui BUMN sebagai eksportir tunggal.

Kebijakan itu diumumkan Prabowo saat menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5).

Komoditas yang tahap awal diwajibkan diekspor melalui BUMN meliputi minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).

“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan aturan baru itu diterbitkan untuk memperketat pengawasan ekspor SDA sekaligus menutup celah praktik-praktik ilegal yang selama ini dinilai merugikan negara.

Menurut Prabowo, pemerintah ingin menghentikan praktik kurang bayar (under-invoicing), transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor yang menyebabkan penerimaan negara tidak maksimal.

“Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring, serta memberantas praktik kurang bayar, praktik pemindahan harga, dan pelarian devisa hasil ekspor,” ujarnya.

Prabowo menilai Indonesia selama ini terlalu longgar dalam mengawasi penjualan kekayaan alam ke luar negeri. Karena itu, negara harus mengetahui secara rinci nilai dan volume sumber daya alam yang diekspor.

“Kita tidak mau dibohongi lagi, kita mau tahu persis berapa kekayaan kita yang dijual,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga membandingkan kebijakan tersebut dengan sejumlah negara lain seperti Arab Saudi, Qatar, Malaysia, hingga Vietnam yang disebut lebih dulu menerapkan kontrol ketat terhadap ekspor komoditas strategis mereka.

“Kita tidak boleh naif, kita tidak boleh lugu, kita tidak boleh tidak menggunakan akal sehat kita,” kata Presiden. (Ant/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini