Beranda PALI Grand Final Bujang Gadis PALI 2025 Batal, Disbudpar Siapkan Solusi untuk 26...

Grand Final Bujang Gadis PALI 2025 Batal, Disbudpar Siapkan Solusi untuk 26 Finalis

27
0

PALI, KITOUPDATE.COM – Pembatalan mendadak malam Grand Final Pemilihan Bujang Gadis PALI (BGP) tahun 2025 menyisakan kekecewaan mendalam bagi para peserta. Sebanyak 26 finalis yang terdiri dari 13 bujang dan 13 gadis yang telah lolos hingga tahap akhir, terpaksa dipulangkan pada hari kedua hingga ketiga masa karantina tanpa kepastian lanjutan.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini, ST., MT., akhirnya memberikan penjelasan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026). Rina yang baru menjabat pada awal tahun 2026 menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secara bijaksana.

Menurut Rina, pembatalan Grand Final BGP 2025 diduga terjadi karena adanya mekanisme atau Standard Operating Procedure (SOP) yang belum terpenuhi pada kepengurusan sebelumnya. Meski demikian, ia memastikan perjuangan dan potensi para finalis tidak akan diabaikan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat, kami tidak akan melakukan pembiaran. Apa yang sudah dilakukan namun tertunda, serta potensi yang dimiliki anak-anak kita, tetap harus diselesaikan,” ujar Rina.

Sebagai langkah konkret, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PALI saat ini tengah mengupayakan penganggaran kembali melalui APBD Perubahan Tahun 2026 agar program tersebut dapat dilanjutkan.

Untuk mengakomodasi kekecewaan dan pengorbanan para finalis, Disbudpar PALI menyiapkan skema khusus pada pelaksanaan BGP tahun 2026 mendatang.

Rina menjelaskan, 26 finalis BGP 2025 tidak perlu lagi mengikuti tahapan seleksi dari awal karena dianggap telah menyelesaikan seluruh proses sebelumnya.

“Nantinya perekrutan baru untuk BGP 2026 tetap dibuka. Namun, 26 finalis tahun lalu akan kami panggil kembali dan langsung disandingkan di tingkat grand final tanpa mengikuti proses seleksi awal,” jelasnya.

Ke depan, Disbudpar PALI berkomitmen memperbaiki sistem pelaksanaan, memperkuat SOP, serta menghadirkan narasumber yang kompeten agar kualitas Bujang Gadis PALI semakin baik.

Rina menegaskan bahwa BGP bukan sekadar pelengkap seremoni, melainkan duta wisata yang memiliki peran strategis dalam mempromosikan budaya dan pariwisata daerah.

Menurutnya, Kabupaten PALI memiliki potensi besar yang perlu terus diperkenalkan, salah satunya Candi Bumi Ayu yang merupakan Cagar Budaya Nasional dan menjadi satu-satunya candi bersejarah di Sumatera Selatan.

“Kita punya potensi luar biasa seperti Candi Bumi Ayu. Peran BGP sangat dibutuhkan sebagai pahlawan wisata untuk mengangkat budaya daerah. Tugas kami adalah memperkuat program kerja mereka agar selaras dengan 13 program unggulan daerah,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai status anggaran pengadaan jasa penyelenggaraan acara BGP tahun 2025 yang tercatat di LPSE dengan nilai HPS sebesar Rp199.999.717,00, Rina mengaku belum dapat memberikan penjelasan rinci karena dirinya baru menjabat pada Januari 2026.

Meski begitu, ia meyakini bahwa anggaran tersebut tidak dibayarkan apabila kegiatan tidak terlaksana.

“Setahu saya kalau kegiatannya batal, maka anggarannya tidak dibayarkan. Namun untuk detailnya nanti akan kami cek kembali di bagian keuangan, karena saya baru menjabat tahun ini,” pungkasnya.

Melalui pendekatan humanis dan pembenahan sistem tersebut, Disbudpar PALI berharap para pemuda berbakat di Bumi Serepat Serasan tetap semangat berkontribusi dalam memajukan pariwisata daerah. (Anies)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini